"Kesepakatan ini mengamankan dominasi energi kita untuk satu abad ke depan—tanpa biaya apa pun bagi Amerika Serikat," kata Gedung Putih.
Perjanjian ini akan membentuk "rantai pasokan yang kokoh, strategis, dan dapat dipertahankan di belahan bumi kita," yang secara efektif akan menggeser perusahaan-perusahaan Rusia dan China, tambahnya.
Berikut ikhtisar poin-poin utama dalam lembar fakta tersebut mengenai bagaimana perjanjian ini akan disusun, apa artinya bagi AS dan Venezuela, serta bagaimana perjanjian ini diharapkan selaras dengan rencana pemerintah untuk memperluas pengaruhnya di Amerika Latin.
Bagaimana Kesepakatan Ini Disusun:
- Pemerintah sementara Venezuela telah memberikan konsesi selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP)—perusahaan swasta—untuk 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel.
- Sebagai imbalannya, NABEP memberikan kepemilikan ekuitas sebesar 35% di perusahaan induknya kepada Kantor Modal Strategis (Office of Strategic Capital) AS. Hal ini mewakili "nilai dan dividen hingga ratusan miliar bagi Amerika Serikat," menurut lembar fakta tersebut.
- NABEP juga memberikan hak kepada Departemen Luar Negeri AS untuk membeli—dengan harga biaya produksi—sebesar 20% dari hasil produksi seluruh ladang minyak yang dioperasikan NABEP, baik saat ini maupun di masa depan. Minyak mentah tersebut dapat membantu mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR).
- Departemen Luar Negeri AS juga memiliki hak prioritas (right of first refusal) untuk membeli sisa 80% dari produksi NABEP. Hal ini dapat menyediakan "sumber energi yang terjamin di belahan bumi kita dalam situasi darurat," kata Gedung Putih.
- AS memiliki hak veto atas penunjukan direktur NABEP, di mana sebagian besar harus merupakan warga negara AS. Perjanjian tersebut diatur oleh hukum AS dan tunduk pada yurisdiksi pengadilan AS.
Apa Artinya bagi Venezuela:
- NABEP berencana meningkatkan produksi dengan menginvestasikan hingga US$100 miliar dalam infrastruktur minyak baru. Langkah ini akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, menopang ribuan lapangan kerja di Venezuela, serta menopang aktivitas ekonomi secara lebih luas, menurut Gedung Putih.
- Konsesi NABEP diatur oleh undang-undang hidrokarbon baru Venezuela, yang diperkenalkan dengan dukungan AS. Selama seperempat abad pertama, NABEP diperkirakan akan membayar royalti dan pajak sebesar US$200 miliar.
- Untuk mengakses pendanaan potensial, NABEP "akan mampu menggalang modal swasta Amerika guna membiayai belanja modal."
- Pengawasan AS "akan memastikan pembayaran pajak dan royalti digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela."
Dan bagi Benua Amerika:
- Presiden Trump telah memberlakukan kembali Doktrin Monroe, menurut rilis tersebut, merujuk pada pendekatan Washington untuk memperingatkan negara-negara lain agar tidak mencoba mencampuri urusan di wilayah yang disebut sebagai Belahan Bumi Barat.
- Sebagian besar ladang minyak yang akan dioperasikan oleh NABEP sebelumnya dikuasai atau dioperasikan oleh perusahaan Rusia dan China, atau oleh rekanan mantan Presiden Nicolás Maduro dan Hugo Chavez.
- AS sedang membangun rantai pasokan yang tangguh, strategis, dan dapat dipertahankan di belahan bumi ini untuk mendukung sektor manufaktur dan energinya.
(bbn)
No more pages






























