Keempat, penguatan layanan kesehatan, dengan memastikan puskesmas dan rumah sakit memiliki kesiapan fasilitas maupun pembiayaan dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak.
Namun, Dante menegaskan keberhasilan program 1.000 HPK tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga.
Karena itu, Kementerian Kesehatan turut mendorong Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pemenuhan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," ujar Dante dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (30/08/2026).
Senada, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga tingkat keluarga. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus dapat diterapkan secara nyata di lingkungan rumah tangga.
"Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun waktu berkualitas antara bapak, ibu, dan anak. Kembalikan lagi kebiasaan makan masakan rumah, bukan makanan instan, sebagai fondasi hidup sehat yang kuat," kata Veronica.
Program 1.000 HPK merupakan periode penting yang dimulai sejak masa kehamilan selama sekitar 270 hari hingga anak berusia dua tahun atau sekitar 730 hari setelah kelahiran.
Periode tersebut menjadi salah satu fase paling menentukan bagi tumbuh kembang anak karena perkembangan otak berlangsung sangat pesat pada usia dini. Karena itu, intervensi 1.000 HPK diarahkan untuk mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal.
Keberhasilan program tersebut juga perlu dipersiapkan sejak sebelum kehamilan, termasuk sejak masa remaja, calon pengantin, hingga pasangan usia subur (PUS).
(lav)






























