Logo Bloomberg Technoz

Nepal Minta Bantuan Asing Seiring Meluasnya Skala Bencana Banjir

News
30 August 2026 08:00

Banjir bandang di perbatasan China-Nepal. (Sumber: Bloomberg)
Banjir bandang di perbatasan China-Nepal. (Sumber: Bloomberg)

Dan Strumpf, Kanupriya Kapoor, dan Akriti Sharma

Bloomberg, Nepal meminta bantuan internasional untuk menangani dampak banjir bandang dahsyat yang menyebabkan hampir 3.000 orang hilang di sepanjang wilayah perbatasan pegunungan dengan Tiongkok.

Menyelamatkan warga Nepal dan warga negara asing merupakan prioritas utama pemerintah, kata Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal pada hari Sabtu, saat upaya penyelamatan memasuki hari keempat. Ia menambahkan bahwa negaranya bekerja sama erat dengan Tiongkok dan India, sementara negara lain seperti Jepang dan Australia juga turut memberikan kontribusi.


Setidaknya 626 orang dipastikan tewas sementara 2.426 orang masih belum ditemukan, termasuk ratusan warga asing dari India, Malaysia, Australia, dan AS, demikian pernyataan Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal dalam sebuah unggahan di X. Tiongkok menyatakan jumlah korban tewas di pihaknya mencapai tujuh orang, dengan 554 orang hilang, menurut penyiar negara CCTV.

Bencana ini dipicu pada hari Rabu oleh runtuhnya gletser yang menyebabkan es, lumpur, bebatuan, dan aliran air deras menerjang sebuah lembah di Nepal, serta melenyapkan seluruh permukiman yang berada di jalurnya. Rekaman video memperlihatkan orang-orang berusaha melarikan diri saat dinding air dan puing-puing menelan bangunan, merobohkan jembatan serta jaringan listrik, serta menghanyutkan pepohonan, bongkahan batu besar, dan kendaraan.