Logo Bloomberg Technoz

Kemenpar Buat Akun Donasi untuk Rekonstruksi Desa Adat Sade 

Pramesti Regita Cindy
29 August 2026 20:30

Kampung Adat Sade (Dok. Kementerian Pariwisata)
Kampung Adat Sade (Dok. Kementerian Pariwisata)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Pariwisata akan menyiapkan satu akun donasi untuk menghimpun dana yang akan digunakan dalam proses rekonstruksi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak kebakaran. Rencana tersebut menjadi salah satu langkah jangka panjang yang disiapkan pemerintah untuk memulihkan kembali kawasan adat sekaligus kehidupan sosial, ekonomi, dan pariwisata masyarakat Sade.

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (29/08/2026). 
 
Berdasarkan data sementara per 27 Agustus 2026, sebanyak 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata terdampak kebakaran. Bangunan yang terdampak meliputi 75 rumah adat, 69 artshop, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat berugak sekenam, enam berugak sakepat, dan satu Bale Beleq atau museum.

Selain menyiapkan akun donasi, Kemenpar bersama sejumlah pihak juga akan membentuk tim lintas kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat adat. Tim tersebut akan mendata secara lebih rinci masyarakat dan pekerja yang terdampak agar bantuan dapat disalurkan secara tepat.


Penggalangan dana melalui satu akun tersebut juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan rekonstruksi desa. Salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah ketersediaan bahan baku untuk membangun kembali rumah-rumah tradisional. Kemenpar selanjutnya akan menyusun master plan rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat. Pembangunan akan diarahkan tetap mempertahankan karakter serta identitas Desa Adat Sade.

Dalam proses rekonstruksi, pemerintah juga menyiapkan sistem proteksi kebakaran terintegrasi, termasuk titik alat pemadam api ringan (APAR) komunal yang menyatu dengan estetika desa serta embung atau penampungan air darurat.