Logo Bloomberg Technoz

Kesepakatan Minyak Trump Picu Kemarahan Kubu Politik Venezuela

News
30 August 2026 08:30

Kapal tanker pengangkut minyak Venezuela./dok. Bloomberg
Kapal tanker pengangkut minyak Venezuela./dok. Bloomberg

Patricia Laya dan Andreina Itriago

Bloomberg, Kelompok garis keras dan kubu oposisi Venezuela sama-sama mengkritik Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez karena menyetujui pemberian akses eksklusif bagi AS terhadap sumber daya minyak negara yang bernilai tinggi. Ia mungkin bertaruh bahwa kesepakatan dengan Donald Trump ini merupakan jalan baginya untuk memperkuat cengkeraman kekuasaan.

Salah satu potensi keuntungan bagi Rodríguez adalah jika kesepakatan yang memberikan kendali mayoritas kepada AS atas 65 miliar barel minyak mentah Venezuela tersebut dapat meredam dorongan pemerintah Trump untuk segera mengadakan pemilihan umum.


"Menurut saya, hal ini bisa menguntungkan Delcy sejauh kesepakatan itu memperkuat komitmen Trump untuk bekerja sama dengannya, sehingga kemungkinan mengurangi dorongan untuk segera beralih ke pemungutan suara baru," ujar Risa Grais-Targow, direktur wilayah Amerika Latin di Eurasia Group. Hal itulah "yang justru membuat pihak oposisi sangat marah," katanya.

Dengan latar belakang sentimen nasionalisme anti-AS yang telah mengakar selama beberapa dekade, terdapat pula risiko bahwa kesepakatan ini justru menjadi bumerang politik baginya.