Partai tersebut mencatatkan hasil terbaiknya dalam pemilihan negara bagian Australia Selatan pada bulan Maret dan memenangkan kursi pertamanya di majelis rendah parlemen federal pada bulan Mei.
"Tidak ada lagi kursi Partai Buruh yang aman di negara bagian ini ataupun di negara ini," ujar Herdegen kepada para pendukung yang merayakan kemenangan, dalam komentar yang disiarkan oleh ABC. "Tidak ada satu pun anggota parlemen ini yang aman dari tsunami oranye."
Kesempatan berikutnya bagi One Nation adalah pemilihan negara bagian Victoria pada bulan November, di mana pemerintah Partai Buruh yang sedang berkuasa tampaknya akan lengser setelah dua belas tahun memimpin.
Pemimpin One Nation, Pauline Hanson, mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan peringatan bagi Partai Buruh. "Kami mengincar lebih banyak kursi Anda," ujarnya dalam sebuah unggahan di X. "Warga Australia memilih One Nation sebagai alternatif serius bagi 'uni-party' (sistem dua partai yang dianggap sama saja) yang sudah usang, yang telah menghancurkan kekuatan ekonomi bangsa kita dan membuat biaya hidup menjadi sangat mahal hingga tak terjangkau."
Menteri Tanya Plibersek mengatakan kepada program *Insiders* di ABC pada hari Minggu bahwa partai yang berkuasa perlu melakukan refleksi atas hasil pemilihan tersebut.
"Penting bagi kita semua untuk mencermati hasil ini dan memikirkan langkah tambahan apa yang perlu kita ambil untuk mengomunikasikan fakta bahwa Partai Buruh adalah satu-satunya partai yang berfokus pada tindakan nyata untuk meringankan beban warga Australia pada umumnya," ujarnya.
(bbn)






























