Logo Bloomberg Technoz

OJK Soroti Literasi Keuangan Pelajar Masih Tertinggal

Pramesti Regita Cindy
29 August 2026 14:00

Pelajar berbincang di depan layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pelajar berbincang di depan layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan target tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98% pada 2045, sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

Adapun berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026,  tingkat inklusi keuangan kini mencapai 93,61% dan literasi keuangan nasional telah mencapai 69,57%. 

Kendati demikian, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah rata-rata nasional, di mana tingkat literasi dan inklusi kelompok ini berada diangka 62,72% dan 92,76%.


Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 88 juta penduduk Indonesia yang berada dalam kelompok usia pelajar dan mahasiswa.

"Kalau kita melihat literasi keuangan dan inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa, ini masih di bawah standar literasi dan inklusi nasional,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, dikutip Sabtu (29/8/2026).