Berdasarkan laporan SKK Migas, berikut adalah daftar 10 WK dari 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terdampak karhutla di Indonesia:
- PT Bumi Siak Pusako (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Riau
- PT Sele Raya Belida (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatera Selatan
- Pertamina EP Prabumulih (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatera Selatan
- BP Berau (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Papua Barat
- Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Riau
- Pertamina EP Regional 1 Zona 4 Limau Field (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatera Selatan
- Pertamina EP Zona 4 Ramba Field (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Sumatera Selatan
- Pertamina EP (PEP) Jambi Field (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Jambi
- Pertamina Hulu Energi (PHE) Sanga Sanga (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Kalimantan Timur
- Pertamina Hulu Mahakam (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Kalimantan Timur
Sebelumnya, SKK Migas telah melayangkan surat resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (24/8/2026) guna memohon pemadaman darurat melalui udara (water bombing) untuk memadamkan kebakaran di dekat kawasan operasional fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Tangguh yang dikelola BP Berau Ltd. di Teluk Bintuni, Papua Barat.
SKK Migas mengonfirmasi titik kebakaran di sekitar Objek Vital Nasional (Obvitnas) migas tersebut mulai terpantau sejak Sabtu (22/8/2026).
Melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Djoksis, SKK Migas meminta BNPB mengerahkan 3 unit helikopter berkapasitas sekitar 4 ton.
SKK Migas memperingatkan bahwa karhutla yang membakar area sekitar operasional BP Berau Ltd. dan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. berisiko menghentikan total kegiatan pengolahan Kilang LNG Tangguh apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Selain mengancam pasokan LNG, kebakaran tersebut juga berpotensi menghentikan proyek pembangunan dan konstruksi fasilitas produksi di Lapangan Asap Kido Merah (AKM) yang dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. di WK Kasuri.
“Berdasarkan luas area kebakaran, menurut perhitungan kami diperlukan 3 unit helikopter dengan kapasitas lebih kurang sebesar 4 ton untuk membantu pemadaman kebakaran melalui udara,” sebagaimana tertulis dalam surat tersebut, dikutip Kamis (27/8/2026).
Di sisi lain, SKK Migas menegaskan bahwa dukungan BNPB tidak hanya terbatas pada pengerahan armada udara, tetapi juga mencakup fasilitasi peralatan pemadam kebakaran dan koordinasi taktis personel gabungan di lapangan.
“Melalui jalur udara sebagai perlindungan terhadap fasilitas produksi dan pekerja di area Kilang LNG Tangguh KKKS BP Berau Ltd. Wilayah Kerja Berau dan di area Lapangan AKM KKKS Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. Wilayah Kerja Kasuri,” tulis poin kedua dalam surat permohonan tersebut.
Berdasarkan lampiran pemantauan SKK Migas, terdapat sejumlah sebaran titik api yang berada pada jarak cukup dekat dari kawasan LNG Tangguh, yakni masing-masing berjarak 9 kilometer, 14 kilometer, dan 15,5 kilometer dari titik acuan kawasan kilang.
Mengingat jarak titik api yang kian mengancam obvitnas serta berisiko terhadap kedaulatan energi nasional, SKK Migas mendesak BNPB untuk memberikan prioritas tertinggi dalam penanganan karhutla di sekitar area kerja migas tersebut.
“Mengingat kondisi yang sangat darurat dan berdampak pada ketersediaan energi secara nasional, dengan ini kami mohon bantuan Bapak Kepala BNPB untuk memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan pada Wilayah Kerja migas dimaksud,” tegas SKK Migas dalam penutup suratnya.
(smr/wdh)
































