Logo Bloomberg Technoz

Uji Kelayakan Calon Dewan Gubernur Senior BI

Aida Buka Suara soal Pelemahan dan Strategi Jaga Rupiah

Pramesti Regita Cindy
27 August 2026 10:40

Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman mengikuti fit and proper test di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman mengikuti fit and proper test di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman menjelaskan upaya bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal dan kondisi neraca eksternal Indonesia.

Menurut Aida, sejak 2025 hingga saat ini, nilai tukar rupiah terus mengalami depresiasi. Meski demikian, Aida menegaskan bahwa yang dijaga BI bukanlah untuk menghentikan tren pasar, melainkan memastikan pergerakan nilai tukar tidak mengalami overshooting.

“Apa yang dijaga oleh Bank Indonesia adalah stabilitasnya. Yang dimaksud dengan stabilitas di sini adalah supaya trend-nya itu tidak overshooting, Jadi kami jaga sekitar 10 persenan, moving average-nya, supaya tidak overshooting. Tapi trend daripada pasar itu tidak bisa kita hindari. Apabila pasar itu trend-nya terdepresiasi, yang penting jangan terdepresiasi terlalu tinggi,” kata Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Senior BI bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).


Menurut Aida, upaya menjaga stabilitas tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian bagi pelaku pasar sehingga nilai tukar dapat digunakan sebagai anchor dalam aktivitas ekonomi.

Dia menjelaskan tekanan pada 2026 turut dipengaruhi oleh ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak terhadap persepsi pasar dan kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap current account Indonesia.