Logo Bloomberg Technoz

Teheran berulang kali mengatakan kesepakatan mengenai navigasi tidak akan berarti pembukaan kembali selat tersebut secara langsung. Meski demikian, minyak mentah tampaknya masih mengalir dari kawasan Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump mengklaim 10 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz pada Selasa, meningkatkan harapan bahwa pengiriman melalui jalur perairan strategis tersebut dapat meningkat.

Citra satelit menunjukkan Arab Saudi tampaknya meningkatkan pemuatan minyak di dalam kawasan Teluk Persia. Hal itu menjadi tanda bahwa eksportir minyak mentah terbesar dunia tersebut mengalihkan rute pengiriman di tengah ancaman kelompok Houthi dari Yaman terhadap ekspor melalui Laut Merah.

Namun, eskalasi konflik Rusia-Ukraina dapat mengancam pasokan energi global. Serangan terbaru Kyiv terhadap kilang dan pelabuhan telah memperketat pasar bahan bakar serta menghambat Moskow mengalihkan minyak mentah untuk diekspor, sehingga menambah gangguan akibat perang Iran.

“Serangan yang sering terjadi terhadap infrastruktur minyak dan kilang Rusia mulai memangkas pasokan minyak Rusia secara keseluruhan hingga sekitar 10%, dengan dampak yang lebih besar terhadap produk olahan,” kata Kavonic.

Tanda-tanda pengetatan pasokan bahan bakar juga terlihat di AS. Menurut Energy Information Administration, persediaan diesel telah turun ke level musiman terendah yang pernah tercatat. Kondisi di Eropa bahkan sangat ketat sehingga kawasan tersebut untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun mendatangkan diesel dari Meksiko.

Harga:

  • Minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 0,7% menjadi US$87,22 per barel pada pukul 08.25 waktu Singapura.
    - Kontrak berjangka Oktober berakhir pada Senin. Kontrak November yang lebih aktif turun 0,7% menjadi US$86,35 per barel.
  •  Minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun 0,8% menjadi US$81,61 per barel.

(bbn)

No more pages