Logo Bloomberg Technoz

“Kami telah melihat fitur pelacakan lokasi, agenda keluarga, perangkat kebugaran, liontin darurat, dan alat rumah pintar. Namun pada akhirnya, seseorang tetap harus menggabungkan semua fitur ini secara manual,” kata Park.

“Banyak agen AI yang berfokus pada tugas-tugas konsumen seperti memesan perjalanan atau restoran, tetapi kami ingin membangun ekosistem terintegrasi untuk keluarga yang secara langsung mendukung keselamatan dan koordinasi perawatan.”

Luffu Link dibanderol Rp5,2 juta atau US$300, namun pada periode pre-order yang dimulai hari Selasa waktu setempat bisa ditebus hanya US$250.

Luffu Link yang tersedia dalam pilihan warna biru, hitam, dan emas pada awal tahun depan, mendukung fitur berbagi lokasi, pemantauan kesehatan — seperti aktivitas, tidur, dan detak jantung — kemampuan untuk meminta bantuan dari anggota keluarga, serta pencatatan suara untuk obat-obatan, makanan, suasana hati, pembaruan kunjungan dokter, dan pengingat.

Luffu Link menawarkan daya tahan baterai hingga lima hari dan terhubung ke jaringan seluler untuk memungkinkan pengiriman pesan suara atau data kesehatan ke kontak tepercaya tanpa perlu ponsel di dekatnya.

Luffu Link menyinkronkan datanya dengan aplikasi, yang menggunakan AI untuk mengatur informasi, mengidentifikasi pola jangka panjang, dan menampilkan wawasan bagi keluarga. Sistem ini dirancang untuk membantu pengasuh memahami secara real-time apa yang telah berubah, apa yang memerlukan perhatian, dan langkah apa yang harus diambil selanjutnya, kata Park. 

Aplikasi ini akan diluncurkan secara luas di Amerika Serikat pada akhir tahun 2026. Aplikasi ini beroperasi dengan langganan sebesar US$19 per bulan, yang mencakup akses untuk empat anggota keluarga.

Park dan Eric Friedman, salah satu pendiri Luffu yang juga merupakan anggota tim pendiri Fitbit, telah menjual perusahaan mereka sebelumnya US$2,1 miliar. Google memanfaatkan kesepakatan tersebut untuk memperbarui strategi perangkat wearable dan kesehatan mereka, termasuk dengan meluncurkan Fitbit Air yang populer baru-baru ini.

Gelang pintar Luffu (Dok. Luffu)

“Latar belakangnya sangat pribadi bagi saya. Orang tua saya tinggal di Cleveland sementara saya tinggal di San Francisco, jadi saya harus mengurus perawatan mereka dari jauh. Saya sering baru mengetahui kondisi mereka setelah kunjungan ke dokter yang mendesak, hanya mendapat sebagian informasi, dan saya tidak ingin terus-menerus menelepon mereka untuk menanyakan kabar terbaru,” terang Park.

Friedman menghadapi hambatan serupa saat mengurus perawatan anak-anaknya. “Bukan hanya kami,” kata Park. “Kebutuhan ini sangat besar. Satu dari empat orang dewasa Amerika berperan sebagai pengasuh, baik untuk orang tua yang sudah lanjut usia maupun anak-anak dengan kebutuhan kesehatan kronis.”

Luffu hadir berdasarkan banyak prinsip yang sama dari masa-masa mereka di Fitbit, kata Park. “Fitbit selalu dirancang agar mudah diakses, mulai dari antarmuka pengguna hingga aplikasinya,” urai dia.

“Banyak dari filosofi desain tersebut diterapkan di sini, bersamaan dengan upaya membangun kepercayaan pengguna. Saat Fitbit diluncurkan pada tahun 2007, kami menetapkan kontrol privasi yang jelas untuk memastikan data tidak dibagikan kepada penyedia pihak ketiga tanpa persetujuan pengguna, dan komitmen tersebut diteruskan ke Luffu.”

Perusahaan berencana untuk memperluas layanannya ke rumah dengan perangkat khusus yang dirancang untuk membantu beberapa keluarga di rumah tangga yang berbeda. Luffu belum membagikan detail mengenai waktu peluncuran atau harga produk tersebut.

“Kami menilai ini sebagai sebuah ekosistem utuh yang seolah-olah hidup dan peduli terhadap Anda serta keluarga Anda,” tegas Park.

“Kami juga ingin menciptakan pengalaman di rumah yang terasa responsif dan penuh perhatian. Pengguna pada akhirnya akan dapat mengumpulkan informasi melalui perangkat rumah, baik dengan maupun tanpa perlu menggunakan perangkat yang dikenakan.”

(bbn)

No more pages

Artikel Terkait