Pasar juga mencermati kemungkinan terbukanya ruang diplomasi serta pembicaraan mengenai koridor navigasi sementara di Selat Hormuz. Perkembangan tersebut membuat risiko gangguan terhadap jalur pengiriman minyak strategis untuk sementara dinilai lebih rendah.
“Penurunan harga minyak menjadi katalis positif karena dapat mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Maka dari itu, terdapat harapan bahwa tekanan ekonomi dapat membuka ruang diplomasi,” ujar Nafan.
Selain minyak, pasar obligasi AS turut menguat seiring penurunan yield Treasury. Namun, arah pasar global masih akan ditentukan oleh data inflasi AS dan komunikasi bank sentral.
Investor selanjutnya akan mencermati data PCE serta arah kebijakan The Fed dalam Jackson Hole Symposium yang berlangsung mulai Kamis hingga Sabtu. Nafan menilai sinyal hawkish dari pejabat The Fed atau kembali meningkatnya tekanan inflasi dapat mendorong yield obligasi naik dan mengurangi momentum reli saham teknologi.
Dari domestik, stabilitas kebijakan moneter masih menjadi penopang. BI-Rate berada di level 5,75% dan ekspektasi pertumbuhan kredit yang tetap solid dinilai mendukung saham perbankan serta sektor domestik.
Sementara itu, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda melihat ruang penguatan IHSG masih terbuka dengan kecenderungan pergerakan mixed to positive. Secara teknikal, indeks diperkirakan tetap berada dalam tren bullish selama mampu bertahan di atas level support utama.
“Kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed cenderung menguat dengan support 6.455–6.400 dan resistance 6.568,” kata Reza.
Jika mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 6.568. Sementara itu, MA20 di level 6.328 menjadi support berikutnya apabila tekanan jual meningkat.
Di sisi lain, pasar juga masih menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah aset berisiko, termasuk Core PCE yang diperkirakan tumbuh 0,2% secara bulanan, GDP kuartal II sebesar 1,5%, Personal Income 0,3%, Personal Spending 0,2%, dan Durable Goods Orders 0,7%.
(dhf)





























