Logo Bloomberg Technoz

Tantangan BMKS: Ekosistem hingga Kepercayaan Pelaku Pasar

Dovana Hasiana
25 August 2026 15:00

PP Resmi Terbit, Ini Daftar Tarif Baru Royalti Mineral-Batu Bara (Bloomberg Technoz/Asfahan)
PP Resmi Terbit, Ini Daftar Tarif Baru Royalti Mineral-Batu Bara (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) menilai setidaknya terdapat dua tantangan dalam pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang ditargetkan resmi beroperasi pada awal 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Pushep Bisman Bakhtiar menilai tantangan pertama adalah kesiapan ekosistem. Menurutnya, dalam beberapa bulan ke depan, terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum peluncuran. Misalnya, regulasi, kelembagaan, sistem perdagangan dan hal-hal lainnya.

"Januari 2027 waktu yang pendek untuk kesiapan ini, tantangan terbesar itu terkait kesiapan ekosistem," ujar Bisman saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (25/8/2026).


Bisman menilai tantangan berikutnya yakni bagaimana memastikan terdapat cukup pelaku dan volume transaksi agar harga yang terbentuk benar-benar kredibel. Menurutnya, bursa itu memang bisa saja secara formal diluncurkan pada 1 Januari 2027. Namun, bila tidak ada likuiditas dan kepercayaan pelaku pasar, maka tidak akan bisa efektif untuk membentuk harga.

Kemarin, calon Kepala Eksekutif Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), Sarjito, juga menyoroti risiko likuiditas dalam pembentukan bursa mineral. Menurutnya, pasar yang tidak likuid dan dangkal tidak akan menarik bagi para trader.