Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Bicara Childfree dan Angka Kelahiran RI Turun

Dinda Decembria
26 August 2026 08:00

Ilustrasi ibu hamil bekerja (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi ibu hamil bekerja (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menilai fenomena generasi muda yang menunda pernikahan hingga memilih childfree merupakan bagian dari perubahan sosial yang perlu dipahami pemerintah.

Namun, perubahan tersebut tetap perlu diantisipasi karena jika terjadi secara masif dalam jangka panjang dapat memengaruhi angka kelahiran, struktur penduduk, hingga ketersediaan tenaga kerja produktif.

Wihaji mengatakan, penundaan pernikahan pada dasarnya tidak selalu menjadi persoalan. Menurut dia, terdapat sisi positif ketika generasi muda menggunakan masa tersebut untuk meningkatkan pendidikan, membangun karier, serta mempersiapkan mental dan kondisi ekonomi.


"Saya menghormati dan menghargai orang yang menunda, selama itu dalam konteks kebaikan, seperti memperbaiki pendidikan, karier, mental, dan ekonomi. Tetapi jangan sampai penundaan itu kemudian melewati batas kesehatan reproduksi yang perlu diperhatikan," ujar Wihaji dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (26/08/2026).

Data penelitian Universitas Respati Yogyakarta pada 2023 yang dimuat dalam Indonesian Health Issues menunjukkan pendidikan dan karier menjadi pertimbangan bagi 64% responden dalam menunda pernikahan.