Selain melihat tanggal merah, masyarakat juga dapat memperhatikan berbagai hari besar yang diperingati sepanjang September 2026. Peringatan tersebut mencakup hari besar nasional dan internasional yang berkaitan dengan sejumlah bidang, mulai dari kepolisian, olahraga, pendidikan, transportasi, pertanian, hingga kesehatan.
Pada 1 September diperingati Hari Polisi Wanita atau Polwan. Kemudian pada 3 September terdapat peringatan Hari Palang Merah Indonesia, disusul Hari Pelanggan Nasional pada 4 September.
Sementara itu, 8 September menjadi momentum peringatan Hari Pamong Praja. Sehari setelahnya, 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional yang berkaitan dengan perkembangan serta pembinaan olahraga di Indonesia.
Pada 11 September terdapat Hari Radio Republik Indonesia atau RRI. Berikutnya, 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan yang dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap aktivitas membaca dan pemanfaatan perpustakaan.
Tanggal 17 September juga memiliki dua peringatan, yakni Hari Perhubungan Nasional dan Hari Palang Merah Nasional. Selanjutnya, 24 September diperingati sebagai Hari Agraria Nasional sekaligus Hari Tani Nasional.
Memasuki akhir bulan, terdapat Hari Statistik pada 26 September. Kemudian 27 September dikenal sebagai Hari Pos Telekomunikasi Telegraf atau PTT, sedangkan 28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api.
Tanggal 29 September menjadi momentum peringatan Hari Sarjana Nasional. Sementara itu, 30 September kerap diperingati sebagai hari untuk mengenang peristiwa G30S dalam sejarah Indonesia. Peringatan tersebut berbeda dengan hari libur nasional dan tidak membuat tanggal tersebut menjadi hari libur.
Perlu dicatat, informasi mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW dalam sejumlah kalender yang beredar perlu diperiksa kembali. Berdasarkan SKB resmi pemerintah untuk 2026, Maulid Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 25 Agustus 2026, bukan 5 September. Artinya, peringatan tersebut berlangsung sebelum September dimulai.
Di tingkat internasional, September juga dipenuhi berbagai momentum penting. Pada 2 September terdapat Hari Kelapa Sedunia, sedangkan 3 September diperingati sebagai Hari Gedung Pencakar Langit.
Selanjutnya, 5 September menjadi Hari Amal Internasional. Pada 7 September terdapat Hari Udara Bersih untuk Langit Biru, sementara 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional dan Hari Fisioterapi Sedunia.
Tanggal 9 September menjadi Hari Perlindungan Pendidikan dari Serangan Internasional. Sehari berikutnya, 10 September diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Kemudian 12 September menjadi Hari Kerja Sama Selatan-Selatan PBB.
Peringatan berlanjut pada 15 September melalui Hari Demokrasi Internasional. Pada 16 September diperingati Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional, sedangkan 17 September menjadi Hari Keselamatan Pasien Sedunia.
Tanggal 18 September diperingati sebagai Hari Kesetaraan Upah Internasional. Selanjutnya, 20 September menjadi momentum World Cleanup Day atau Hari Aksi Bersih-Bersih Dunia.
Pada 21 September terdapat dua peringatan internasional, yaitu Hari Perdamaian Internasional dan Hari Alzheimer Sedunia. Tanggal 23 September kemudian diperingati sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Menjelang akhir bulan, 25 September menjadi Hari Maritim Dunia dan Hari Apoteker Sedunia. Pada 26 September terdapat Hari Penghapusan Total Senjata Nuklir Internasional, sedangkan 27 September diperingati sebagai Hari Pariwisata Dunia.
Tanggal 28 September memiliki dua peringatan, yakni Hari Akses Universal terhadap Informasi dan Hari Rabies Sedunia. Kemudian 29 September menjadi Hari Kesadaran Kehilangan dan Pemborosan Pangan Internasional serta Hari Jantung Sedunia.
Sementara itu, 30 September ditutup dengan peringatan Hari Penerjemahan Internasional. Beragam peringatan tersebut dapat menjadi pengingat mengenai isu sosial, kesehatan, lingkungan, pendidikan, serta berbagai bidang lain yang memiliki perhatian secara global.
September Tanpa Libur Nasional
Ketiadaan hari libur nasional pada September 2026 membuat bulan tersebut menjadi periode yang relatif penuh dengan hari kerja. Kondisi ini dapat diperhitungkan oleh pekerja, pelajar, maupun keluarga yang hendak menyusun agenda sejak jauh-jauh hari.
Bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan, akhir pekan dapat menjadi pilihan utama untuk melakukan liburan singkat. Dengan empat hari Minggu yang tersedia, agenda wisata tetap bisa disusun tanpa harus mengambil cuti panjang.
Bagi pekerja yang ingin mendapatkan waktu istirahat lebih lama, penggunaan cuti pribadi juga dapat menjadi pilihan. Namun, jadwal cuti sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan kebijakan masing-masing perusahaan atau instansi.
Kalender September 2026 juga dapat digunakan untuk membantu menyusun agenda pendidikan. Sekolah maupun mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mencatat jadwal kegiatan, tugas, ujian, maupun aktivitas organisasi yang berlangsung selama bulan tersebut.
Sementara bagi keluarga, mengetahui susunan tanggal sejak awal dapat membantu menentukan waktu berkumpul. Akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sederhana seperti makan bersama, bepergian ke tempat wisata terdekat, atau sekadar beristirahat di rumah.
Dengan melihat kalender sejak akhir Agustus, berbagai agenda September dapat dipersiapkan secara lebih teratur. Masyarakat tidak hanya dapat mengetahui kapan akhir pekan berlangsung, tetapi juga dapat mencatat berbagai hari besar yang memiliki relevansi dengan pekerjaan, pendidikan, komunitas, maupun kegiatan sosial.
Pada akhirnya, kalender September 2026 tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk tanggal. Kalender tersebut juga dapat menjadi alat sederhana untuk mengatur waktu agar berbagai kegiatan pribadi maupun pekerjaan dapat berjalan lebih terencana.
Meski September tidak memiliki hari libur nasional ataupun cuti bersama, masyarakat tetap mempunyai kesempatan untuk mengatur waktu istirahat melalui akhir pekan dan cuti pribadi. Dengan perencanaan yang dilakukan sejak awal, agenda selama satu bulan dapat disusun dengan lebih efektif dan tidak berbenturan dengan berbagai keperluan lainnya.
Sebagai catatan penting, acuan mengenai libur nasional dan cuti bersama sebaiknya tetap mengacu pada ketetapan pemerintah. SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 telah ditetapkan pada 19 September 2025 dan menjadi pedoman resmi dalam penyusunan agenda sepanjang tahun.
(seo)

































