CNGR sendiri merupakan perusahaan asal China yang bergerak dalam rantai pasok bahan baku baterai. Meski CNGR juga menjadi pemegang saham pengendali PACK, namun perusahaan yang dipimpin oleh Deng Weiming ini belum mengkonsolidasikan bisnis ABEB ke dalam grup PACK.
Deng Weiming mengendalikan PACK melalui PT Eco Energi Perkasa. Eco Energi Perkasa tercatat memiliki 40,56% saham PACK. Kemudian pada Mei 2026, Haji Isam membeli 6,83 miliar saham PACK dengan harga Rp137 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar dan membuat Haji Isam menguasai 21,12% saham PACK.
Dengan masuknya Haji Isam, dua pihak yang sebelumnya telah memiliki kerja sama dalam bisnis hilirisasi nikel tersebut kemudian sama-sama tercatat dalam struktur pemegang saham PACK.
Kepemilikan Deng Weiming di PACK muncul setelah perseroan beralih dari bisnis kemasan plastik ke bisnis yang berkaitan dengan pertambangan dan perdagangan nikel. Sebelumnya, PACK bernama PT Solusi Kemasan Digital Tbk dan menjalankan bisnis perdagangan eceran pembungkus plastik serta industri barang dari plastik untuk pengemasan.
Setelah perubahan pengendali, PACK masuk ke bisnis nikel melalui anak usahanya, PT Adhi Prakarsa Raya dan PT Sumber Cahaya Raya. Kedua entitas tersebut memiliki masing-masing 34,5% dan 30% saham pada PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konutara Sejati yang bergerak di pertambangan dan pengolahan nikel.
Pada semester I-2026, Karyatama Konawe Utara mencatat penjualan Rp1,46 triliun dengan laba Rp491,25 miliar. Sementara Konutara Sejati membukukan penjualan Rp1,05 triliun dan laba Rp111,20 miliar. Dari kedua entitas tersebut, PACK mengakui bagian laba bersih sebesar Rp202,84 miliar.
Pada periode yang sama, pendapatan bersih PACK mencapai Rp213 miliar dan seluruh penjualan tersebut berasal dari bijih nikel. Perseroan juga membukukan laba periode berjalan Rp190,79 miliar, berbalik dari rugi Rp14,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
(dhf)



























