Prosesor akselerator Nvidia merupakan jantung dari komputer yang menciptakan dan menjalankan perangkat lunak AI. Efektivitasnya bergantung pada seberapa besar kapasitas memori akses acak dinamis (DRAM) yang dipasangkan dengannya.
Kedua perusahaan Korsel tersebut dan Micron menguasai sebagian besar produksi chip jenis itu di dunia. Meskipun mereka telah meningkatkan produksi, mereka masih belum mampu mengejar permintaan yang melonjak. Hal ini telah mendorong harga komponen yang bersifat komoditas tersebut melonjak drastis dan memberikan pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada para produsennya di bidang teknologi.
Nvidia menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di industri semikonduktor. Perusahaan ini mampu mematok harga puluhan ribu dolar per chip karena pasokan — dari produsen kontrak Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) — masih belum mampu memenuhi permintaan yang melonjak tak terkendali.
Perusahaan yang dulu unggul dalam kartu pemrosesan grafis (GPU) ini memiliki margin kotor, atau persentase penjualan yang tersisa setelah dikurangi biaya produksi, sebesar 75%.
Awalnya dikembangkan dari chip gaming PC yang dijual seharga ratusan dolar, harga akselerator AI terus melonjak akibat permintaan yang tak henti-hentinya dan, hingga saat ini, minimnya alternatif yang layak untuk produk-produk Nvidia.
Nvidia juga telah menaikkan harga kartu grafis PC yang ditujukan untuk gaming, seperti dilaporkan situs berita industri Tom’s Hardware awal bulan ini.
Bagaimana reaksi pelanggan Nvidia terhadap langkah terbaru ini dan apakah hal tersebut akan membuka peluang bagi para pesaingnya kemungkinan besar akan bergantung pada kemampuan mereka untuk mendapatkan pasokan memori yang cukup.
Pelanggan besar seperti Amazon, Microsoft, Google, dan Meta semuanya sedang mengembangkan program chip internal mereka sendiri, namun masih bergantung pada pembelian dari Nvidia untuk perluasan pusat data mereka. Kemampuan mereka untuk bergerak maju dengan kemandirian yang lebih besar juga akan bergantung pada akses mereka terhadap pasokan dari Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Kenaikan harga ini juga berpeluang besar akan menambah kompleksitas pada ambisi besar industri untuk membangun pusat data AI. Penundaan proyek, kekurangan tenaga kerja, pasar modal yang semakin ketat, dan penolakan masyarakat terhadap pembangunan tersebut telah mempersulit banyak rencana.
Nvidia akan melaporkan pendapatan kuartal kedua tahun fiskal minggu depan. Pembaruan dari perusahaan publik paling berharga di dunia ini telah menjadi informasi penting bagi industri teknologi dan investor yang telah menggelontorkan dana ke infrastruktur AI dengan harapan bahwa hal tersebut akan mengubah perekonomian.
(bbn)































