Logo Bloomberg Technoz

Pergerakan terbaru di Wall Street terjadi setelah serangkaian keputusan Departemen Keuangan AS yang mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang. Biaya pembiayaan pemerintah yang tinggi mulai berdampak pada perekonomian secara lebih luas, setelah bertahun-tahun menghadapi inflasi dan belanja pemerintah yang tinggi.

“Pandangan saya adalah bahwa ‘Bessent put’ masih akan gagal menahan imbal hasil agar tidak naik dari level tertinggi dalam beberapa dekade dalam jangka panjang,” kata Hardika Singh dari Fundstrat Global Advisors. “Untuk membuat imbal hasil turun dalam jangka panjang, diperlukan upaya yang menyakitkan untuk mengurangi utang.”

Grafik yield obligasi AS. (Sumber: Bloomberg)

Intervensi Departemen Keuangan AS menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan merasa tidak nyaman dengan laju kenaikan imbal hasil obligasi, tetapi langkah tersebut tidak secara fundamental mengubah prospek suku bunga, menurut Ulrike Hoffmann-Burchardi dari Chief Investment Office UBS.

“Federal Reserve (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini jika inflasi terus melandai, meski para pembuat kebijakan masih memiliki opsi untuk memperketat kebijakan jika tekanan harga terbukti lebih persisten dari perkiraan,” tambahnya.

Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengisyaratkan bahwa pasar Treasury menunjukkan kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang tepat.

“Banyak yang membicarakan soal kredibilitas kami. Saya tidak melihat kredibilitas kami dalam risiko,” kata Daly kepada Bloomberg Television. “Saya juga banyak mendengar pertanyaan, apakah kita seharusnya melakukan pemangkasan suku bunga secara preemptive — atau kenaikan, lebih tepatnya? Dan saya tidak melihat banyak bukti bahwa itu merupakan masalah mendesak yang harus segera diselesaikan.”

Sementara itu, Bessent mengatakan AS akan segera mengumumkan rencananya untuk mengisolasi Iran secara ekonomi, termasuk para mitra dagangnya. Dalam wawancara dengan CNBC, dia mengatakan akan ada konferensi pers pada Senin untuk “menjelaskan secara tepat apa yang akan kami lakukan.”

Pergerakan utama dalam pasar:

Saham

  • S&P 500 turun 0,9% pada pukul 16.00 waktu New York.
  • Nasdaq 100 turun 0,7%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 1,3%.
  • MSCI World Index turun 0,6%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index relatif tidak berubah.
  • Euro tidak berubah di US$1,1677.
  • Pound sterling naik 0,2% menjadi US$1,3630.
  • Yen Jepang melemah 0,6% menjadi 159,10 per dolar AS.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin naik 5,4% menjadi US$72.772,66.
  • Ether naik 4,9% menjadi US$2.326,03.

Obligasi

  • Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik 5 basis poin menjadi 4,70%.
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun relatif tidak berubah di 3,26%.
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 5,07%.
  • Imbal hasil Treasury AS 30 tahun naik 6 basis poin menjadi 5,25%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,3% menjadi US$87,83 per barel.
  • Harga emas spot naik 0,2% menjadi US$4.524,24 per ons.

(bbn)

No more pages