Logo Bloomberg Technoz

Harga berjangka di Kuala Lumpur naik hingga 0,7% menjadi 4.927 ringgit per ton pada Kamis, level intraday tertinggi sejak Desember 2024. Kenaikan ini terjadi karena komoditas pangan pokok lainnya, termasuk jagung dan gula, juga mengalami kenaikan, yang berpotensi meningkatkan inflasi pangan.

Serangan baru-baru ini di Laut Hitam juga telah memperlambat ekspor tanaman pangan dari Rusia dan Ukraina hingga hampir berhenti. Kedua negara tersebut merupakan pemasok utama minyak bunga matahari, dan pembeli beralih ke minyak nabati alternatif untuk membantu mengisi kekosongan tersebut.

Harga tertinggi pada Kamis secara teknis merupakan titik terobosan, kata Gnanasekar Thiagarajan, kepala strategi perdagangan dan lindung nilai di Kaleesuwari Intercontinental Ltd. Namun, beberapa faktor dapat membatasi kenaikan harga lebih lanjut, termasuk penguatan ringgit dan harga minyak kedelai yang kompetitif, tambahnya.

(bbn)

No more pages