Logo Bloomberg Technoz

FTSE Masih Bekukan Rebalancing Saham Indonesia, Ini Respons BEI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
20 August 2026 09:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengapresiasi keputusan FTSE Russell yang memperpanjang proses monitoring dan observasi terhadap pasar modal Indonesia pada September 2026.

Sebelumnya, FTSE kembali menahan rebalancing saham Indonesia dan memperpanjang periode observasi untuk melihat efektivitas reformasi transparansi pasar modal.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan bursa akan terus menjalin komunikasi dengan seluruh penyedia indeks global untuk menjawab perhatian investor serta meningkatkan integritas dan tata kelola pasar.


"BEI mengapresiasi Keputusan Global Index Provider terkait dengan Keputusan FTSE atas treatment untuk Pasar Modal Indonesia pada September 2026, yang memperpanjang proses monitoring dan observasi atas efektivitas reformasi yang dilakukan,” kata Jeffrey dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (20/8/2026).

Dalam keputusan terbarunya, FTSE mengakui reformasi transparansi yang telah dilakukan pasar modal Indonesia, termasuk peningkatan transparansi data dan integritas pasar. Perpanjangan observasi tersebut menjadi ruang bagi pasar modal Indonesia untuk menunjukkan efektivitas reformasi yang telah dijalankan.