
Salma El Wardany dan Grant Smith - Bloomberg News
Bloomberg, Negara-negara utama OPEC+ sepakat untuk mempertahankan kuota produksi minyak tanpa perubahan pada bulan depan, seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang terus menghentikan sebagian besar produksi kelompok tersebut.
Sub-kelompok yang terdiri dari tujuh negara, dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, akan mempertahankan target produksi tetap pada November, demikian pernyataan koalisi tersebut usai konferensi video bulanan pada Minggu. Langkah ini sejalan dengan peta jalan produksi yang telah ditetapkan.
Rencana ini muncul di tengah kembali naiknya harga minyak berjangka perlahan kembali mendekati angka US$100 per barel dan harga solar di SPBU mencapai rekor tertinggi di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, yang mendorong negara-negara G7 melepas cadangan darurat.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sebelumnya telah mengisyaratkan akan menunda kenaikan kuota produksi hingga akhir tahun ini, setelah menyepakati serangkaian kenaikan moderat selama enam bulan hingga Agustus.































