Ekonom: Tekanan Pangan & Energi Bisa Dorong Laju Inflasi Q4-2026
Redaksi
05 October 2026 08:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laju inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 3,28% secara tahunan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026. Meski angka ini lebih rendah dari proyeksi konsensus, ekonom meminta agar pemerintah tetap waspada.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut bahwa saat ini inflasi September 2026 yang sebesar 3,28% secara tahunan masih berada dalam batas sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5%±1%, sehingga secara teknis masih terkendali.
Meski demikian, patut diwaspadai karena posisinya sudah cukup dekat dengan batas atas 3,5%, sehingga ruang kenyamanannya semakin tipis.
Sementara itu, inflasi inti turun menjadi 2,84%, sementara inflasi umum naik dari 3,19% pada Agustus menjadi 3,28% pada September.
Hal Ini menurutnya menunjukkan bahwa tekanan saat ini lebih banyak berasal dari sisi pasokan, terutama pangan dan energi, bukan karena permintaan masyarakat sudah terlalu kuat. Secara bulanan inflasi September mencapai 0,30%, sedangkan sejak awal tahun mencapai 2,17%.





























