Meskipun Departemen Keuangan tidak menjelaskan bagaimana operasi tersebut akan dibiayai, pemerintah biasanya mengandalkan penerbitan surat utang jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang berfluktuasi. Jika para pejabat pada dasarnya mengganti utang berjangka panjang dengan surat berharga jangka pendek, langkah tersebut menjadi semacam versi “Operation Twist” yang pernah dilakukan Federal Reserve.
Menurut Jose Torres dari Interactive Brokers, surat utang dengan tenor lebih pendek tersebut lebih dipengaruhi oleh keputusan kebijakan moneter ketimbang dinamika fiskal, sehingga melindungi Washington dari risiko segera “dihukum” oleh pasar karena telah mempertahankan defisit anggaran yang sangat besar selama hampir tiga dekade.
Pasar obligasi bergejolak dalam beberapa hari terakhir, dengan investor menuntut kompensasi lebih besar untuk melindungi diri dari risiko inflasi dan meningkatnya utang pemerintah. Pergerakan tersebut juga didorong oleh aksi korporasi berutang untuk membiayai lonjakan bisnis kecerdasan buatan serta menurunnya permintaan dari pembeli tradisional surat utang bertenor panjang.
“Intervensi ini dapat membantu menarik pembeli potensial yang tergoda oleh kenaikan imbal hasil sebelumnya dan memaksa sebagian investor melakukan short-covering dalam jangka pendek, sekaligus membuat investor enggan mengambil posisi short secara maksimal di masa depan karena khawatir kembali terkena kejutan,” kata Krishna Guha dari Evercore.
Namun, dia menambahkan, operasi tersebut hampir tidak mengubah kondisi fundamental, dan peningkatan skala operasi itu relatif kecil dibandingkan dengan arus transaksi di pasar Treasury.
Total utang publik AS untuk pertama kalinya melampaui US$40 triliun dan kini telah melonjak sepertiga dalam waktu kurang dari lima tahun, ketika anggota parlemen AS terus mengabaikan seruan untuk mengatasi defisit fiskal yang secara historis sangat besar.
Para trader juga mencermati risalah pertemuan kebijakan The Fed terbaru. Risalah tersebut menunjukkan beberapa pejabat mendukung kenaikan suku bunga pada bulan lalu dan banyak pejabat mengindikasikan bahwa pengetatan kebijakan akan diperlukan jika inflasi tidak menurun.
Pergerakan pasar yang harus diperhatikan:
Saham
- S&P 500 naik 0,2% pada pukul 16.00 waktu New York
- Nasdaq 100 turun 0,2%
- Dow Jones Industrial Average naik 0,2%
- Indeks MSCI World naik 0,1%
Mata Uang
- Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,8%
- Euro naik 0,9% menjadi US$1,1678
- Pound sterling naik 0,6% menjadi US$1,3609
- Yen Jepang menguat 0,9% menjadi 158,12 per dolar
Mata Uang Kripto
- Bitcoin naik 6,1% menjadi US$68.496,66
- Ether naik 10% menjadi US$2.108,26
Obligasi
- Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 4,63%
- Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun relatif tidak berubah di 3,26%
- Imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 5,04%
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,8% menjadi US$85,59 per barel
- Harga emas spot naik 4% menjadi US$4.509,27 per troy ounce
(bbn)






























