Hanya saja, AVIA mencatat penumpukan persediaan selama semester I-2026. AVIA membeli persediaan Rp1,96 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, naik 17,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Adapun, bahan baku menumpuk 42,8% atau sebesar Rp451,9 miliar, lebih cepat dari pemakaian bahan baku aktual di sisi barang jadi yang tumbuh 15,6% secara tahunan. Nilai persediaan barang jadi per Juni 2026 mencapai Rp1,26 triliun.
Dengan demikian, AVIA membeli bahan baku jauh lebih agresif dari pada laju konsumsinya sepanjang paruh pertama tahun ini.
AVIA membeli persediaan senilai Rp1,01 triliun dari pihak-pihak berelasi seperti PT Avia Avian Industri Pipa, PT Mitra Mulia Makmur, PT Wahana Lentera Raya, PT Kencana Lintasindo Internasional, PT Panca Kalsiumindo Perkasa, PT Bangun Bersama Solusindo.
Pembelian dari pihak berelasi itu setara 40,68% dari total beban pokok penjualan.
Ekspansi Jaringan
Ekspansi jaringan distribusi tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Perseroan.
Hingga akhir Semester I 2026, Avian Brands telah mengoperasikan 132 pusat distribusi, didukung 16 mini distribution center dan 36 distribution center pihak ketiga yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Didukung jaringan tersebut, Avian Brands kini melayani lebih dari 60.000 toko ritel di seluruh Indonesia, memungkinkan produk tersedia lebih dekat dengan pelanggan sekaligus mempercepat waktu pengiriman.
“Fokus kami bukan hanya bertumbuh, tetapi membangun pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Wijono.
(naw)































