Saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menguat paling tinggi kedua setelah KIJA, yakni naik 55 poin atau 3,25% ke Rp1.745. Saham SSIA dibuka di Rp1.680 dan bergerak pada rentang Rp1.670-Rp1.755. Volume perdagangan tercatat 17,21 juta saham dengan nilai transaksi Rp29,65 miliar.
Sementara itu, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bergerak berlawanan arah. Saham AKRA turun 10 poin atau 0,71% ke Rp1.405.
Saham AKRA dibuka di Rp1.420 dan bergerak pada rentang Rp1.400-Rp1.425, dengan volume 1,53 juta saham dan nilai transaksi Rp2,16 miliar.
Pergerakan saham kawasan industri tersebut terjadi ketika bisnis data center kembali menjadi perhatian pasar.
Adapun, UOB Kay Hian menilai kawasan industri di Cikarang memiliki eksposur paling jelas terhadap ekspansi data center di antara emiten kawasan industri yang tercatat di bursa.
“Kawasan industri Cikarang memiliki eksposur yang paling jelas di bursa, sementara Batam merupakan klaster yang tumbuh lebih cepat,” tulis tim riset UOB Kay Hian dalam laporannya, dikutip Rabu (19/8/2026).
UOB Kay Hian menilai permintaan lahan data center yang terkonsentrasi di Cikarang dapat menguntungkan kawasan industri lain ketika ketersediaan lahan di DMAS semakin terbatas.
Sekuritas tersebut mencatat sekitar 70% inquiry lahan DMAS berasal dari sektor data center, sementara landbank industri perseroan berada di bawah 150 hektare per 31 Maret 2026.
“Kelangkaan lahan tersebut seharusnya mengarahkan permintaan ke Bekasi Fajar Industrial Estate di MM2100 dan Kawasan Industri Jababeka di Jababeka,” lanjut riset tersebut.
UOB Kay Hian juga mencatat KIJA memiliki pembangkit listrik captive melalui Bekasi Power, yang menjadi salah satu infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Sementara itu, kebutuhan listrik untuk klaster Cikarang yang lebih luas dipasok oleh PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR).
KIJA sendiri memiliki bisnis kawasan industri di Cikarang dan Kawasan Industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah. DMAS mengembangkan Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kota Deltamas, Cikarang, sedangkan BEST mengelola kawasan industri MM2100 dan SSIA memiliki kawasan Subang Smartpolitan.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada awal Agustus lalu mengatakan pembangunan tahap awal AI Factory Zankore by Indosat akan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).
Proyek tersebut ditargetkan berkembang hingga kapasitas 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun.
Laporan UOB Kay Hian juga mencatat Zankore, yang memiliki keterkaitan dengan Indosat, menargetkan kapasitas hingga 1 GW dengan sekitar 200 MW ditargetkan mulai dikerahkan pada paruh pertama 2027.
Di tengah rencana tersebut, beredar rumor pasar mengenai potensi keterkaitan proyek Zankore dengan kawasan industri KIJA. Namun, informasi mengenai keterkaitan proyek tersebut dengan KIJA belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.
(naw)
































