Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, di sisi berseberangan, KOSDAQ (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), TAIEX (Taiwan), Straits Times (Singapura), TOPIX (Jepang), SENSEX (India), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), dan SETI (Thailand), yang tergelincir di zona merah melemah masing–masing 3,52%, 2,54%, 1,55%, 1,21%, 1,16%, 1,05%, 0,63%, 0,45%, 0,32%, dan 0,3%.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham–saham energi, saham infrastruktur, dan saham transportasi mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 2,24%, 1,65% dan 1,42%.

Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (18/8/2026).

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 47,11 poin
  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 3,74 poin
  3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyumbang 2,33 poin
  4. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menyumbang 1,54 poin
  5. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyumbang 1,42 poin
  6. PT XLSmart Tbk (EXCL) menyumbang 1,41 poin
  7. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyumbang 1,18 poin
  8. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyumbang 1,17 poin
  9. PT Jababeka Tbk (KIJA) menyumbang 1,14 poin
  10. PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) menyumbang 1,14 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melonjak 9,56% dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) juga melesat 5,08%. Sama halnya, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga lompat hingga 3,18%.

Senada penguatan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 2,98%, saham PT Indosat Tbk (ISAT) melesat 2,36%, dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang mencetak penguatan 2,01%.

Ekspektasi BI Rate Ditahan

IHSG ditutup menguat 0,75% di level 6.449.83 pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Adapun penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi BI Rate akan tetap dipertahankan di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) besok Rabu (19/8/2026).

Alasannya, “Inflasi yang masih berada dalam target BI serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berada di level Rp17.850/US$ pada Selasa,” papar Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20, biarpun ditutup dengan gap up. Histogram MACD cenderung mendatar, sementara Stochastic RSI masih berada di area pivot

“Dengan demikian, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways pada kisaran 6.400–6.500 pada perdagangan Rabu (19/8/2026),” analisis Phintraco.

Pasar menantikan hasil RDG BI pada esok hari di mana konsensus mengestimasikan BI Rate akan dipertahankan pada level 5,75%. 

Konsensus Bloomberg: BI Rate (Bloomberg)

Dalam konsensus yang dihimpun Bloomberg terhadap 35 ekonom dan analis menghasilkan median proyeksi BI Rate 5,75%, dengan rata-rata sedikit lebih tinggi dari 5,75%. Estimasi terendah berada di 5,75%, sementara proyeksi tertinggi mencapai 6%.

Dengan begitu, pasar sebenarnya hampir bulat memperkirakan BI mempertahankan BI Rate di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Agustus.

“Sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah dan kondisi makro global yang lebih kondusif membuat BI belum perlu menaikkan suku bunga. Adapun forward guidance dan assessment BI terhadap rupiah, inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta ruang pelonggaran ke depan akan dinantikan para pelaku pasar,” sebut Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam paparannya.

Konsensus ini sejalan dengan proyeksi Bloomberg Economics yang menilai stabilnya rupiah dan inflasi yang masih berada dalam sasaran memberi ruang bagi BI untuk menahan suku bunga BI Rate. 

Yang jadi perhatian, rapat bulan ini merupakan RDG perdana Destry Damayanti menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Sebelumnya, Destry mengatakan BI akan tetap menjaga keseimbangan antara rupiah dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sambil tetap mempertahankan suku bunga, dengan memperkuat penggunaan instrumen makroprudensial.

(fad)

No more pages