Logo Bloomberg Technoz

Utang Luar Negeri RI Sudah di Atas Rp8.000 Triliun

Hidayat Setiaji
18 August 2026 11:17

Mata uang dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mata uang dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan data Utang Luar Negeri (ULN) periode kuartal II-2026. Terjadi peningkatan baik secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) maupun tahunan (year-on-year/yoy).

Pada Selasa (18/8/2026), BI mengumumkan ULN per akhir kuartal II-2026 tercatat US$ 453,4 miliar. Dengan asumsi US$ 1 setara dengan Rp 17.836 seperti kurs referensi BI tertanggal 14 Agustus, maka ULN Indonesia ekuivalen Rp 8.086,84 triliun.

Ini menjadi kalli pertama ULN Indonesia menembus di atas Rp 8.000 triliun.


Secara tahunan, ULN naik 4,4%. Dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I-2026, ULN meningkat 4,35%.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah," sebut laporan BI.