"Dengan demutualisasi ini, bursa efek diharapkan punya ruang yang lebih luas, tentunya salah satu misalnya untuk meningkatkan efisiensi operasional. Kemudian juga melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap struktur kelembagaan, juga mekanisme operasionalnya," ujar Kiki.
Penguatan kelembagaan tersebut juga mencakup infrastruktur perdagangan dan berbagai infrastruktur pendukung. OJK berharap proses demutualisasi dapat mendorong peningkatan kapasitas serta sumber daya teknologi BEI sehingga ketahanan operasional bursa semakin kuat.
Di samping itu, demutualisasi bajal mendorong perluasan akses BEI terhadap sumber permodalan, memperkuat daya saing, dan mempercepat penerapan global best practice. Hal tersebut dinilai penting agar BEI semakin adaptif menghadapi perkembangan serta persaingan pasar modal di tingkat regional maupun global.
Lebih lanjut Kiki memaparkan bahwa dalam proses tersebut, salah satu prinsip utama demutualisasi adalah pemisahan secara jelas antara kepemilikan saham bursa dan hak akses perdagangan sebagai anggota bursa. Pemisahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola BEI sekaligus mengurangi potensi konflik kepentingan.
"Pemisahan ini kita harapkan akan memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme dan objektivitas dalam pengambilan keputusan, serta meminimalkan potensi conflict of interest," tutur Kiki.
(cpa/wep)






























