Logo Bloomberg Technoz

KABINET MERAH PUTIH

Bahlil Soal Kemenko Hilirisasi-Transisi Energi: Tak Bisa Parsial

Sabrina Mulia Rhamadanty
01 October 2026 18:50

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Bloomberg Technoz/Sabrina Mulia)
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Bloomberg Technoz/Sabrina Mulia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan utama di balik pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Menurut Bahlil, pengawalan program strategis ini tidak dapat lagi dilakukan secara parsial demi menghadapi tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik.

Ia menjelaskan pembentukan kementerian koordinator baru tersebut berpatokan pada situasi geopolitik dunia yang tidak menentu. Selain itu, langkah ini menjadi komitmen nyata Indonesia terhadap Perjanjian Paris guna mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.


"Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih, maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement," kata Bahlil usai dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Oleh karena itu, Bahlil menegaskan pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi membutuhkan koordinasi yang utuh dan terintegrasi antarkementerian/lembaga.