Stok tembaga turun selama 42 hari berturut-turut hingga Jumat—penurunan terpanjang sejak 2014—menjadi 204.975 ton.
Hampir separuh dari logam yang tersisa dalam sistem tersebut telah dijadwalkan untuk ditarik keluar, sehingga volume yang tersedia bagi pembeli lain berada pada tingkat yang sangat rendah.
Gudang LME merupakan sumber pasokan penting sebagai pilihan terakhir bagi industri tembaga fisik, dan logam yang tersimpan di dalamnya juga dapat digunakan untuk menyelesaikan kontrak berjangka yang akan jatuh tempo.
Seiring dengan menyusutnya volume persediaan yang tersedia, pemegang posisi short dalam kontrak berjangka bisa terpaksa terlibat dalam perang penawaran harga demi mendorong pemegang inventaris dan pemegang posisi long yang akan jatuh tempo untuk melakukan penjualan.
Penurunan cepat inventaris LME ini terjadi di tengah langkah para pedagang dan produsen di pasar tembaga fisik yang lebih luas untuk meningkatkan pengiriman ke Amerika Serikat (AS) dan China, di mana harga telah melonjak melampaui harga di LME.
Di AS, selisih harga dipicu oleh ekspektasi bahwa pemerintahan Donald Trump mungkin akan segera menerapkan tarif pada tembaga olahan, sehingga menciptakan peluang arbitrase bagi pedagang yang dapat memindahkan tembaga ke sana sebelum pungutan tersebut diberlakukan.
Sementara itu, meskipun permintaan dasar di Tiongkok cenderung lesu, pabrik peleburan (smelter) di sana mengurangi produksi akibat terbatasnya pasokan bahan baku, sehingga pelanggan harus lebih mengandalkan impor.
Penurunan tajam inventaris ini memperkuat urgensi peringatan yang sudah lama ada: bahwa kendala kronis pada pasokan tambang serta meningkatnya permintaan dari sektor energi terbarukan, pusat data, kendaraan listrik (EV), dan aplikasi utama lainnya bagi logam kabel ini akan mendorong pasar ke dalam defisit yang dalam dan memicu lonjakan harga yang tajam.
Kontrak acuan tiga bulan LME sempat melonjak ke rekor tertinggi di atas US$14.500/ton pada Januari, dan diperdagangkan di atas US$14.100/ton pada Jumat, naik hampir 14% sepanjang tahun ini.
Kontrak tunai (cash contracts) bahkan mengalami kenaikan lebih tajam, diperdagangkan pada rekor mendekati US$14.500/ton. Sejumlah analis dan pedagang memprediksi bahwa harga dapat segera mencapai rekor tertinggi baru di atas US$14.500.
Logam industri lainnya diperdagangkan secara variatif di LME pada Jumat, dengan para pedagang memantau keseimbangan antara kendala pasokan dan potensi perlambatan permintaan.
Harga aluminium turun 0,6%, nikel turun 0,4%, sedangkan seng naik 0,5%.
(bbn)






























