Saham–saham unggulan LQ45 yang juga bergerak pada teritori negatif hingga menyeret IHSG di zona merah antara lain, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) jatuh 7,75%, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) drop 5,45%, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) drop 4,61%, dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,36%.
Sama halnya, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) amblas 3,79%, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terpeleset 3%, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 2,79%, hingga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) drop 1,59%.
Review MSCI Agustus 2026.
Menelisik lebih jauh, tren pelemahan saham ESSA dan saham CPIN ditengarai imbas dikeluarkannya dari indeks MSCI, hasil tinjauan indeks Agustus 2026.
Diketahui, menurut pengumuman MSCI bulan Agustus 2026, Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) didepak dari MSCI Global Standard Indexes.
Kendati demikian, CPIN masih berada dalam portofolio MSCI dengan turun kelas menjadi klasifikasi MSCI Global Small Cap Indexes.
Di sisi lain, MSCI tidak menambah saham Indonesia masuk ke dalam MSCI Global Standard Indexes dalam penyesuaian bobot kali ini setelah mengeluarkan GOTO dan CPIN.
MSCI juga mendepak PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), hingga PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT MD Entertainment Tbk (FILM) dalam MSCI Global Small Cap Indexes.
MSCI turut mengeluarkan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dari indeks tersebut.
Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Sesi I, dengan Indeks Sectoral yang ditutup melemah seluruhnya, menunjukkan risiko sistematis yang merata imbas pengumuman MSCI termasuk deletion beberapa emiten dari Indeksnya.
“Kami mencermati rilis pengumuman MSCI Agustus 2026 Index Review menjadi sentimen utama pada pelemahan ini seiring dengan status freeze dan emerging market masih tidak berubah,” siang hari ini.
Imbas status freeze tersebut, keputusan deletion beberapa emiten dari Indeks MSCI tak terhindarkan. MSCI mengeluarkan beberapa saham seperti GOTO dan menurunkan CPIN dari MSCI Global Standard dan mengeluarkan beberapa saham di Small Cap, yaitu: ESSA, ARTO, BUKA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR dan TCPI.
“Absennya pandangan resmi dari MSCI mengenai reformasi Bursa yang tengah berjalan, lalu menjelang Pidato Kenegaraan Presiden RI sekaligus Sidang Paripurna RUU APBN dan Nota Keuangan 2027 pada Jumat (14/8/2026) besok, mendorong pasar untuk wait and see terlebih dahulu,” mengutip paparan Panin Sekuritas dalam catatannya.
Sedang Phintraco Sekuritas menganalisis, market kembali mengalami tekanan setelah keputusan MSCI. IHSG siang hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan positioning investor, terutama potensi aksi risk–off dan foreign flow, sehingga terdapat tekanan jangka pendek.
“Namun koreksi ini masih tergolong wajar dalam konteks volatilitas pada momentum recovery. Entry di support area masih dapat dipertimbangkan secara bertahap,” terang Phintraco, Kamis.
IHSG tengah tertahan di bawah resistance 6.440. Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi sideways dalam range 6.185–6.440 dengan kecenderungan koreksi terbatas yang sejalan dengan death cross pada Stochastic RSI.
“Selama area sideways terjaga dalam range support dan resistance 6.185–6.440. Market tetap dalam momentum recovery/positif,” jelas Phintraco, dengan target rebound jangka pendek di level 6.440, dan resistance selanjutnya berpotensi menuju 6.700.
(fad)



























