Logo Bloomberg Technoz

Wawan menyebut, tekanan dari rebalancing kali ini relatif lebih kecil dibandingkan pelepasan saham pada kuartal I dan II 2026. Selain itu, status Indonesia yang tetap berada dalam kelompok Emerging Market masih menjadi katalis positif yang diharapkan bertahan hingga review MSCI berikutnya pada November 2026.

"Indonesia masih ada di emerging market itu merupakan katalis positif yang diharapkan bertahan hingga November nanti. Secara mekanis pelemahan ini rebalancing sementara, karena saham terdampak juga bukan big caps," jelasnya.

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas, Zaidan mengatakan hasil review Agustus belum menentukan status pasar Indonesia secara final. Keputusan mengenai status pasar Indonesia akan menjadi perhatian pada MSCI Index Review November 2026.

"Jadi memang untuk hari ini hanya keputusan rebalancing, yang dimana karena status kita masih freeze, hanya keputusan deletion saja yang IHSG dapatkan," kata Zaidan.

Zaidan menilai deletion tersebut menjadi katalis negatif bagi IHSG, meski sebagian dampaknya telah tercermin dalam harga karena status freeze telah berlangsung sejak Januari 2026. Di sisi lain, belum adanya pandangan resmi MSCI mengenai reformasi bursa yang tengah berjalan membuat pasar masih berada dalam kondisi wait and see.

"Kita lihat juga belum ada pandangan resmi dari MSCI mengenai reformasi bursa yang tengah berjalan, jadi memang masih wait and see dengan kecenderungan negatif ke sentimen pasar. Namun ada peluang juga pasar akan look-through dari isu MSCI ini seiring memang news ini sudah priced-in sejak dua kuartal terakhir ini," ujarnya.

Menurut Zaidan, perhatian pasar selanjutnya dapat kembali bergeser ke faktor fundamental dan makroekonomi, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, pergerakan suku bunga global dan domestik, serta nilai tukar rupiah.

Untuk jangka pendek, pasar juga akan mencermati pidato tahunan Presiden dan pengumuman APBN 2027. Zaidan menilai rancangan APBN 2027 yang tidak jauh berbeda dari pembahasan awal dan memiliki defisit relatif lebih rendah dibandingkan 2026 seharusnya tidak memberikan tekanan signifikan terhadap sentimen pasar.

"Hanya saja, perlu kita cermati apakah akan ada inisiatif baru Pemerintah yang bahkan pasar pun merupakan hal baru, yang tentunya akan memberi shock," pungkas Zaidan.

(dhf)

No more pages