Logo Bloomberg Technoz

Dari global, Bursa Wall Street mengalami penguatan dipicu rilis data US CPI periode Juli 2026 sebesar 3,4% YoY sesuai ekspektasi konsensus.

Angka inflasi yang melandai ini memicu para trader dan investor untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dari The Fed.

“Bahkan telah terjadi daily net Foreign buy sebesar Rp482,79 miliar pada perdagangan kemarin,” kata Nafan.

Nafan menyematkan level support 6.292 dan 6.242 pada perdagangan hari ini, dengan level resistance 6.406 dan 6.454.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata melihat hasil review MSCI kali ini kemungkinan belum memberikan perubahan signifikan terhadap posisi Indonesia.

Dia memperkirakan Indonesia masih berstatus emerging market, tetapi perlakuan khusus terhadap pasar Indonesia belum sepenuhnya dicabut.

Dari sisi IHSG, Liza menilai volatilitas masih berpeluang tinggi dalam jangka pendek. Dia memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.050-6.450, dengan support penting 6.050-6.000 dan resistance 6.385-6.450.

Penurunan IHSG sebelumnya, menurut Liza, tidak semata-mata disebabkan oleh sentimen MSCI.

Aksi wait and see serta pengurangan risiko menjelang review MSCI menjadi salah satu pemicu, sementara faktor lain mencakup profit taking setelah IHSG menguat sekitar 3,8% dalam sebulan, tekanan pada saham berkapitalisasi besar, pergerakan rupiah, dan ketidakpastian kebijakan domestik.

"MSCI merupakan trigger terdekat, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Pasar masih mempertanyakan apakah perbaikan free float, transparansi pemegang saham, dan penanganan coordinated trading benar-benar sudah berjalan, bukan sekadar diumumkan," jelas Liza.

Untuk jangka menengah, Liza masih melihat peluang IHSG menuju 6.700-7.000 apabila hasil review MSCI tidak lebih buruk dari ekspektasi, rupiah stabil, dan aliran dana asing kembali membaik.

Di tengah volatilitas tersebut, Liza merekomendasikan saham dengan laba dan arus kas yang kokoh, neraca sehat, likuiditas tinggi, serta struktur kepemilikan yang relatif bersih.

Dia juga menyarankan investor tidak langsung mengerahkan seluruh dana ke pasar. 

Sekitar 25%-30% dana dapat mulai dialokasikan secara bertahap pada saham pilihan, kemudian menambah posisi setelah hasil MSCI dicerna pasar dan tetap menyimpan dana untuk menghadapi volatilitas menjelang tanggal efektif perubahan indeks pada 31 Agustus 2026.

(naw)

No more pages