Energy Aspects memperkirakan stok di Shandong turun sebesar 35 juta barel bulan lalu; penurunan bulanan terbesar sejak konsultan tersebut mulai mendata angka-angka ini pada tahun 2016. Sementara itu, secara nasional, stok minyak China masih berada di level yang cukup besar, yakni 1,208 miliar barel per 6 Agustus, menurut estimasi Kpler yang mencakup lokasi cadangan strategis bawah tanah.
China tidak memublikasikan data persediaan, sehingga estimasi dari penyedia pihak ketiga seringkali bervariasi.
Kilang-kilang teapot China, yang beroperasi dengan margin keuntungan sangat tipis, lebih memilih minyak mentah dengan harga diskon dari Iran dan Rusia. Berbeda dengan kilang milik negara, mereka memerlukan kuota impor yang diterbitkan pemerintah, dan Beijing memberikan izin tambahan setelah memerintahkan peningkatan produksi bahan bakar.
Arahan tersebut dilonggarkan pada Juni seiring membengkaknya persediaan bahan bakar domestik dan perusahaan pengolah harus menghadapi kerugian yang terus meningkat.
“Kami memperkirakan minyak mentah yang terkena sanksi akan meningkatkan pangsa pasar di China selama Agustus seiring diperkirakannya rebound impor minyak mentah Iran,” kata Emma Li, analis utama China di Vortexa Ltd.
Konsultan tersebut memperkirakan persediaan minyak mentah yang dimiliki oleh kilang teapot di Shandong turun sekitar 20 juta barel pada Juli.
China secara agresif meningkatkan cadangan minyak mentahnya tahun lalu, yang memberikan bantalan bagi kilang-kilang minyak, setelah konflik di Iran mengganggu pasokan dari Timur Tengah. Pemanfaatan persediaan tersebut juga mengurangi tekanan permintaan di pasar global, dan menjadi salah satu alasan mengapa harga minyak tidak melonjak terlalu tinggi.
Kilang-kilang minyak di Shandong telah meningkatkan kegiatan operasional sejak awal Juli, dengan tingkat utilisasi naik menjadi 50,26% per 7 Agustus, menurut data yang dihimpun oleh Mysteel OilChem.
Berakhirnya masa pemeliharaan telah mendorong tingkat produksi, meski angka tersebut masih di bawah rata-rata musiman. Margin keuntungan telah membaik ke level tertinggi sejak Maret setelah sebagian besar berada di zona negatif sejak akhir April, menurut JLC.
Menurut data Kpler, terdapat hampir 30 juta barel minyak mentah Iran yang saat ini di dalam kapal tanker di perairan Asia; pasokan ini dapat membantu mengisi kembali cadangan kilang-kilang independen.
Menurut para pedagang, minyak mentah Iran Light untuk pengiriman September sempat ditawarkan dengan diskon sekitar US$4 per barel terhadap harga ICE Brent pada awal bulan ini—angka yang lebih kecil dibandingkan diskon sebelumnya sekitar US$5.
Sementara itu, minyak mentah ESPO Rusia baru-baru ini ditawarkan dengan diskon sekitar US$1 di bawah harga Brent hingga mencapai level harga yang setara dengan harga acuan tersebut.
(bbn)






























