Logo Bloomberg Technoz

Wisatawan dapat mengajukan reschedule maupun refund dengan mengisi formulir yang disediakan Kemenpar.

Dalam pengajuan tersebut, wisatawan perlu mengunggah bukti tiket atau bukti pembayaran. Konfirmasi pengajuan reschedule dan refund akan disampaikan melalui email atau WhatsApp.

Batas waktu pengisian formulir ditetapkan hingga 31 Agustus 2026. Adapun proses pengembalian dana membutuhkan waktu sekitar 3-14 hari kerja.

Untuk informasi lebih lanjut, wisatawan dapat memantau akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (@bbtnbromotenggersemeru) atau menghubungi layanan pelanggan di nomor 085117788005 dan 085158891328.

3.062 Wisatawan Sudah Beli Tiket

Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, terdapat 3.062 wisatawan yang telah melakukan pembelian tiket secara daring untuk periode 9-15 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.671 orang merupakan wisatawan nusantara, sedangkan 391 lainnya merupakan wisatawan mancanegara.

Sementara dari sisi akomodasi, Kemenpar mengatakan berdasarkan koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), belum terdapat mekanisme khusus untuk refund dan reschedule hotel akibat penutupan kawasan Bromo.

"Proses refund dan reschedule masih menggunakan format normal," kata Kemenpar.

Kemenpar juga mengimbau wisatawan untuk tidak memaksakan perjalanan menuju kawasan yang telah ditutup. Wisatawan diminta mengikuti informasi resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan pemerintah daerah.

Kemenpar turut meminta pelaku industri pariwisata memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan serta membantu melakukan penyesuaian perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kebakaran ini mengingatkan kita bahwa destinasi wisata alam adalah ekosistem yang harus kita jaga bersama. Aktivitas pariwisata harus selalu mengedepankan prinsip keselamatan, kepatuhan terhadap aturan kawasan konservasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Kemenpar.

Kebakaran Capai 520 Hektare

Sementara itu, kebakaran di kawasan Bromo dilaporkan telah meluas hingga sekitar 520 hektare (ha) per Minggu (9/8/2026). Upaya pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat dan udara.

Kementerian Kehutanan mengatakan luasan area terdampak di TNBTS masih akan diperbarui berdasarkan hasil verifikasi dan pemantauan di lapangan.

Tim pemadaman dari udara mengerahkan tiga helikopter untuk menjangkau sejumlah titik api di lereng atau lokasi yang sulit dijangkau pasukan darat melalui operasi water bombing.

Di darat, petugas melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membuat sekat bakar untuk membantu mengendalikan dan mencegah penjalaran api.

"Sementara itu, pasukan darat tetap melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membuat sekat bakar untuk membantu mengendalikan dan mencegah penjalaran api," jelas Kementerian Kehutanan.

Adapun pelaksanaan modifikasi cuaca dipastikan belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya memerintahkan penutupan sementara kawasan Bromo sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran yang dapat meluas ke lokasi lainnya.

Setelah kondisi terkendali, Kemenpar akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung pemulihan aktivitas pariwisata dan masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya pada ekosistem pariwisata Bromo.

"Untuk saat ini, fokus kita adalah memastikan proses penanganan kebakaran dapat berjalan optimal dan kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas wisata kembali dibuka," ujar Kemenpar.

(dec)

No more pages