Sementara itu, saham anak usaha PANI, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berada di level Rp3.820 per saham. Saham CBDK telah merosot 56,34% sejak awal tahun ini ke bawah level harga initial public offering (IPO).
“Oleh karena itu, apabila bapak atau ibu memiliki fokus pada potensi capital gain, kami memandang kesempatan tersebut masih terbuka,” kata manajemen.
Ihwal kebijakan dividen, manajemen PANI dan CBDK meminta investor untuk mesandingkan perusahaan dengan emiten sejenis di sektor properti.
Menurut manajemen, perbandingan rasio pembagian dividen dengan perusahaan sejenis akan lebih relevan dilakukan.
“Dividend payout ratio PANI berada pada kisaran 8% hingga 11%, sedangkan CBDK sekitar 3%,” kata manajemen lewat keterbukaan informasi.
Kendati capital gain belum mengalami peningkatan, manajemen mengatakan, PANI dan CBDK tetap mampu memberikan dividen kepada pemegang saham.
“Perseroan tetap membagikan dividen, sehingga masih dapat memberikan kontribusi bagi kebutuhan operasional investor, termasuk institusi seperti dana pensiun,” dikutip dari keterangan yang sama.
Laba Paruh Pertama
Kongsi usaha Sugianto Kusuma alias Aguan dengan Anthoni Salim PANI mencetak laba bersih Rp1,7 triliun pada semester I-2026 atau naik 484% secara tahunan.
Torehan laba itu ditopang dengan pendapatan usaha Rp2,9 triliun atau naik 78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian tersebut didorong oleh serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 sebagai kontributor utama pendapatan perusahaan.
Selain itu kontribusi dari serah terima hunian dan produk komersial di kawasan PIK2 terus menunjukkan trend yang baik, dengan kontribusi serah terima terbagi di kawasan Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.
“Hal ini menunjukan PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia,” kata Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma lewat keterbukaan informasi.
PANI saat ini mengelola total cadangan lahan seluas 1.809 ha melalui 12 entitas anak, dengan nilai perolehan Rp38 triliun yang diperoleh dari hasil rights issue dan non preemptive rights issue dalam tiga tahun terakhir.
CBDK turut mencetak pertumbuhan laba pada periode yang sama tahun lalu. Laba CBDK tembus Rp1,68 triliun ditopang dengan pendapatan sebesar Rp2,2 triliun, naik 84%.
Kenaikan pendapatan CBDK itu ditopang dengan penyerahan kaveling tanah komersial di area CBD PIK2, yang menyumbang paling signifikan dari total pendapatan dan diikuti segmen produk komersial yaitu Bizpark PIK2 dan Rukan Milenial serta segmen residensial seperti Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence.
(naw)






























