Akibatnya, terjadi kesenjangan laba antara sektor hulu dan hilir. Industri seperti manufaktur pakaian mengalami penurunan laba yang tajam, sementara sektor lain seperti produsen energi mencatat lonjakan keuntungan.
Dampak ekonomi dari kenaikan harga komoditas global mulai mereda di China. Meskipun harga minyak mentah berfluktuasi tajam pada Juni dan Juli, biaya rata-rata tetap menurun dari puncaknya pada awal tahun ini.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan ini bahwa negosiasi antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz “terus berjalan.” Teheran mengatakan pihaknya “sangat dekat” dengan kesepakatan bersama Oman mengenai rute transit maritim baru di selat tersebut, meskipun Republik Islam itu kembali mengajukan sejumlah tuntutan yang harus disepakati AS sebelum jalur perairan tersebut dibuka.
Banyak ekonom dalam beberapa tahun terakhir memperingatkan bahwa tekanan deflasi yang terus berlangsung di China dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kondisi tersebut dapat mendorong rumah tangga mengurangi belanja, menekan laba perusahaan, serta menghambat investasi dan perekrutan tenaga kerja.
Perlambatan indikator harga utama dapat kembali memicu kekhawatiran tersebut dengan memberikan bukti tambahan bahwa kembalinya inflasi yang sehat setelah guncangan harga minyak masih membutuhkan waktu cukup lama.
Harga daging babi, yang merupakan bahan pangan pokok China, mengalami penyusutan penurunan secara tahunan. Hal ini menjadi tanda bahwa kelebihan pasokan mulai mereda di industri peternakan babi setelah mengalami kontraksi selama setahun.
Harga jasa pariwisata mengalami penurunan. Belanja domestik di sektor tersebut selama periode liburan musim panas lebih rendah dari perkiraan, menurut laporan media lokal yang mengutip penurunan tarif hotel dan harga tiket pesawat dibandingkan tahun sebelumnya.
(bbn)






























