Penundaan tersebut terjadi setelah pemerintah Turki semakin vokal menyuarakan kekhawatiran mengenai serangan terhadap kapal-kapal niaga di Laut Hitam. Beberapa serangan di antaranya menargetkan kapal yang dimiliki atau berbendera Turki.
Bloomberg melaporkan pada Sabtu bahwa Ukraina telah setuju membantu memastikan perjalanan yang aman bagi sejumlah kapal tanker minyak non-Rusia, dengan mengutip seorang pejabat AS.
Turki telah meminta Ukraina dan Rusia untuk menyatakan “moratorium” terhadap serangan di Laut Hitam, kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan kepada kantor berita pemerintah Anadolu dalam wawancara yang berlangsung semalam.
“Kami memiliki sejumlah langkah terkait masalah ini yang telah kami sampaikan kepada presiden. Kami sedang memberlakukannya,” katanya.
(bbn)





























