Operator kereta api menghentikan sejumlah layanan kereta di beberapa wilayah Delta Sungai Yangtze mulai Minggu. China Railway Shanghai Group menyebut sejumlah gangguan pada rute kereta akan berlanjut hingga Kamis.
Penghentian layanan tersebut dilakukan setelah sejumlah pelabuhan utama di sekitar Shanghai, termasuk Zhoushan yang merupakan pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di China, menghentikan operasionalnya.
Otoritas meteorologi China juga memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat pada Minggu hingga Rabu di sejumlah wilayah, termasuk Fujian, Zhejiang, Shanghai, Jiangsu, Hebei, Beijing, dan Tianjin.
Sementara itu, Beijing Water Authority pada Minggu memperkirakan curah hujan kumulatif di Beijing sejak Selasa hingga Sabtu akan mencapai level hujan sangat lebat. Hujan ekstrem juga diperkirakan terjadi di wilayah pegunungan dan sejumlah daerah di bagian selatan Beijing.
Cuaca ekstrem di China pada musim panas tahun ini telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar. Sebagian besar wilayah negara tersebut diguyur hujan lebat sejak awal Juli, yang memicu banjir bandang dan kerusakan tanaman.
Presiden China Xi Jinping pada Juli lalu meminta upaya pencegahan dan penanganan bencana secara “all-out” setelah badai mematikan melanda sejumlah wilayah di negara tersebut.
“Badai tersebut mendarat pada pukul 17.30 waktu setempat di pesisir Taizhou, Provinsi Zhejiang timur, dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat badai mencapai 42 meter per detik (94 mil per jam),"katanya.
(red)





























