Mitra DME
Dalam kesempatan itu Dahlia menyampaikan mitra investasi proyek DME berpeluang berasal dari dari China atau Amerika Serikat (AS), nantinya mitra investasi tersebut bakal dipilih oleh BPI Danantara.
Dahlia menegaskan calon mitra pengembangan proyek hilirisasi batu bara tersebut masih terbuka, sehingga terdapat potensi mitra dari negara lainnya untuk ikut menggarap proyek tersebut.
Bagaimanapun, dia menegaskan pemilihan mitra tersebut bakal menjadi kewenangan Danantara.
“Dari Amerika ada, dari China ada. Jadi kita masih open. Semuanya masih terbuka, ini sedang dalam tahap pemilihan oleh Danantara,” tegas Dahlia.
Sekadar catatan, proyek mercusuar hilirisasi batu bara menjadi DME sebelumnya sudah gagal pada era Presiden Joko Widodo. Investor dari AS, Air Products & Chemicals Inc. (APCI), hengkang pada 2023 dari proyek DME batu bara yang dipenggawai oleh PTBA.
Saat itu, proyek gasifikasi batu bara menjadi DME direncanakan selama 20 tahun di wilayah BACBIE yang berada di mulut tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatra Selatan. BACBIE akan berada di lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.
Dalam perkembangannya, ESDM sembat berencana menambah insentif baru untuk mendongkrak investasi di penghiliran batu bara merupakan imbas dari hengkangnya investor asal AS tersebut.
Adapun, tiga insentif gasifikasi batu bara yang disiapkan pemerintah a.l. pertama, royalti 0% khusus untuk batu bara yang diolah atau dikonversi melalui gasifikasi. Adapun, batu bara termal akan tetap dikenai tarif royalti yang sudah berlaku.
Kedua, insentif pengaturan harga batu bara khusus untuk meningkatkan nilai tambah atau proses gasifikasi yang dilaksanakan di mulut tambang.
Ketiga, insentif masa berlaku izin usaha pertambangan (IUP) batu bara yang bakal diberikan sesuai dengan umur ekonomis industri gasifikasi batu bara.
Sekadar informasi, PTBA menargetkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan dapat rampung dibangun pada 2030, usai dilakukan groundbreaking pada Rabu (29/4/2026).
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyatakan rencana investasi proyek hilirisasi batu bara tersebut sedang dimatangkan oleh Danantara.
Dia juga memastikan proyek tersebut bakal digarap bersama mitra teknologi, tetapi belum dapat mengungkapkan calon investor tersebut sebab proses penjajakan masih berlangsung.
“Insyaallah 2030 [rampung]. Investasi sedang dimatangkan oleh Danantara. Mitra teknologi sedang dalam proses pemilihan. Belum bisa diumumkan,” kata Turino kepada Bloomberg Technoz, Selasa (5/5/2026).
Turino mengungkapkan calon mitra teknologi berasal dari beberapa negara, tetapi dia enggan mendetailkan teknologi dari mana yang akan dipakai untuk proyek DME di Indonesia.
(azr/wdh)































