Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai usulan rute pelayaran melalui jalur air yang krusial tersebut. Ini merupakan langkah potensial menuju pembukaan kembali selat tersebut bagi pasokan energi.
Ketika ketegangan perang antara AS dan Iran mengguncang pasar minyak mentah dan memblokir Selat Hormuz—pintu gerbang menuju Teluk Persia—Aramco bergegas mengalihkan sebagian besar volume ekspornya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, yang terletak di wilayah barat negara itu.
Pipa minyak Timur-Barat negara tersebut menjadi jalur penyelamat untuk menjangkau pasar, tetapi pengiriman melalui Laut Merah kini berada di bawah tekanan karena kelompok Houthi mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap kapal tanker.
Sejauh ini, Aramco berhasil mempertahankan ekspor minyak mentah di angka sekitar 5 juta barel per hari, ujar CEO Amin Nasser dalam panggilan konferensi laporan keuangan pada Selasa. Angka tersebut setara dengan sekitar 70% dari tingkat pengiriman normal perusahaan.
(bbn)































