Berbeda dengan sejumlah agen AI lain yang harus memulai proses dari awal setelah mengalami gangguan, Muse Code dibekali persistent activity log yang mencatat seluruh aktivitas. Fitur ini memungkinkan agen melanjutkan pekerjaan dari titik terakhir apabila terjadi kegagalan sistem atau crash.
Meta saat ini merilis Muse Code dalam versi beta dengan skema harga berbasis penggunaan atau pay-as-you-go. Perusahaan mematok tarif US$1,25 per satu juta token masukan (input tokens) dan US$4,25 per satu juta token keluaran (output tokens).
Peluncuran Muse Code mempertegas ambisi Meta bersaing langsung dengan produk serupa milik OpenAI, yakni Codex, serta Claude Code besutan Anthropic yang lebih dahulu digunakan para pengembang perangkat lunak. Reuters melaporkan Meta menargetkan pasar yang sama dengan menawarkan kemampuan pemrograman tingkat lanjut dalam model yang diklaim lebih efisien.
Peluncuran tersebut juga menjadi kelanjutan dari strategi Meta setelah bulan lalu membuka akses pengembang terhadap model Muse Spark 1.1. Versi terbaru, Muse Spark 1.2, dikembangkan khusus untuk meningkatkan kemampuan pemrograman dan menjadi fondasi utama bagi Muse Code.
Persaingan di pasar AI untuk pemrograman semakin ketat seiring meningkatnya adopsi agen AI yang mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan pengembang, mulai dari menulis kode, memperbaiki kesalahan, hingga mengelola proyek perangkat lunak secara lebih mandiri.
(fik/wep)

































