Investor akan mengamati apakah kemajuan menuju pembukaan kembali rute pelayaran utama tersebut akan memperpanjang penurunan harga minyak baru-baru ini, meredakan tekanan inflasi, dan memperkuat reli di pasar saham global. Biaya energi yang lebih rendah tentu dapat memperkuat alasan bagi bank sentral AS atau Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga.
“Pasar bereaksi terhadap kemungkinan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz dapat membantu menormalkan pasokan minyak secara global dan mengurangi tekanan harga energi dalam jangka pendek,” kata Tony Miano dari Wells Fargo Investment Institute. “Harga minyak yang lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran inflasi.”
Laporan laba terbaru perusahaan-perusahaan AS juga tetap mendukung sentimen pasar, dengan saham Caterpillar Inc. melonjak berkat pertumbuhan kuat yang didorong oleh belanja pusat data. McDonald’s Corp. menguat setelah CEO Chris Kempczinski menyebut adanya “peluang untuk meningkatkan standar di AS dan mempercepat kinerja di pasar terbesar kami,” meskipun pertumbuhan melambat untuk kuartal kedua berturut-turut.
Surat utang obligasi pemerintah AS naik pada hari Selasa karena tanda-tanda kemajuan menuju penyelesaian diplomatik konflik Iran menyebabkan harga minyak turun, sehingga meredam ekspektasi akan lebih dari satu kali kenaikan suku bunga The Fed pada tahun mendatang.
Yield obligasi pemerintah AS turun di seluruh tenor sebesar empat hingga enam bps, dengan imbal hasil obligasi dua tahun mencapai level terendah sejak 20 Juli dan imbal hasil acuan 10 tahun berada di 4,61%. Indeks dolar Bloomberg sedikit melemah.
Tingkat imbal hasil surat utang pemerintah AS telah bergerak sejalan dengan harga minyak dalam berbagai tingkat sejak AS menyerang Iran pada akhir Februari, yang turut mendorong kenaikan inflasi dan memperkuat argumen untuk kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Data pasar kerja di AS mengalami penurunan pada Juni, namun perekrutan tenaga kerja sedikit meningkat, yang menandakan permintaan tenaga kerja yang relatif stabil menjelang musim panas.
Stabilitas tersebut memberi ruang bagi The Fed untuk tetap fokus pada inflasi, meskipun laporan ketenagakerjaan Jumat ini berpotensi mengubah arah pembahasan dengan cepat, jelas Bret Kenwell dari eToro.
“Data yang sangat kuat dapat mengokohkan pendapat untuk kenaikan suku bunga pada September, terutama karena inflasi masih tinggi,” urao dia.
“Akan tetapi, laporan yang mengecewakan ditambah dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pekan lalu yang lebih lemah dari perkiraan dapat memberikan alasan lebih bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga.”
(bbn)





























