Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,21% menjadi Rp10.282 triliun, melambat dari pertumbuhan DPK bulan sebelumnya, yakni 13,47% pada Mei 2026. Kemudian, giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 9,95%, 8,25%, dan 12,16%.
Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK, menyebabkan rasio likuiditas industri perbankan pada Juni 2026 menurun, meskipun masih memadai. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 101,92% dan 23,08%, dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Kemudian, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 182,75%.
Sementara itu, kualitas kredit membaik dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun ke 2,09%, dan NPL net terjaga di 0,82%. Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,47%.
Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,47%. Ketahanan permodalan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari CAR tercatat sebesar 23,7%.
(lav)






























