Logo Bloomberg Technoz

Bahlil menambahkan baterai NMC masih memiliki keunggulan dibandingkan dengan teknologi lithium ferro phosphate (LFP) untuk kendaraan listrik yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh. 

Dengan demikian, pemerintah memandang pengembangan ekosistem baterai berbasis nikel tetap menjadi bagian penting dari arah kebijakan industri kendaraan listrik nasional.

“Bagian salah satu strateginya [insentif]. Tenang, kita kan ada ada formulasinya nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah bakal segera mengumumkan paket stimulus ekonomi dalam waktu dekat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026. 

Salah satu insentif yang tengah disiapkan yakni stimulus untuk pembelian mobil dan sepeda motor listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat daya beli sekaligus mendorong industri kendaraan listrik nasional.

“Kita akan lihat, mungkin seminggu, dua minggu lagi [diumumkan],” kata Purbaya, ditemui usai  konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

“Kalau enggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan," tambahnya.

Akan tetapi, Purbaya enggan mengelaborasi lebih lanjut mengenai skema insentif kendaraan listrik tersebut. Menurutnya, skema tersebut tidak akan jauh berbeda dengan sejumlah diskusi yang pernah dia lakukan dengan stakeholder terkait.

"Bentuknya, nanti kalau saya kasih tahu bocor. Akan tetapi, nanti kayaknya enggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya," tutur Purbaya.

Sekadar catatan, pemerintah berencana memberikan insentif kepada 200.000 kendaraan listrik, masing-masing 100.000 unit untuk motor dan mobil. Program ini awalnya ditargetkan mulai berjalan Juni 2026, tetapi akhirnya ditunda.

Khusus motor listrik, subsidi yang rencananya akan diberikan adalah sebesar Rp5 juta per unit. Sementara itu, untuk mobil listrik masih dalam pembahasan.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan insentif kendaraan listrik nantinya hanya akan dinikmati oleh motor dan mobil nasional.

“Insentif yang akan kita berikan itu basisnya adalah satu mobil-mobil yang dikategorikan mobil nasional juga motor-motor yang dikategorikan motor nasional ada program Molinas,” kata Agus, ditemui usai pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (30/7/2026).

Agus mengatakan Kemenperin akan mengikuti arahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenai aturan-aturan yang terkait dengan mobil listrik nasional ini.

Sayangnya, Agus masih enggan membeberkan bentuk insentif yang akan diberikan oleh pemerintah terkait dengan mobil dan motor listrik ini.

“Nanti tanyakan saja ke Pak Menko Ekonomi kita kan kementerian teknisnya mempersiapkan policy apa yang disiapkan oleh Menko Ekonomi itu. Nanti teknisnya kita siapkan,” kata Agus.

Meski begitu, Agus juga enggan membocorkan mengenai kapan insentif tersebut akan dikucurkan oleh pemerintah dan definisi mengenai motor dan mobil nasional yang dimaksud.

(smr/wdh)

No more pages