Logo Bloomberg Technoz

“Serangan selama dua hari di seluruh Gaza telah menewaskan warga sipil dan menghancurkan pasokan medis yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Nickolay Mladenov, utusan utama Dewan Perdamaian yang dipimpin AS, sebuah konsorsium global yang dibentuk untuk menjalankan visi Trump mengenai Gaza setelah perang.

“Tim saya dan saya bekerja sepanjang waktu bersama para pihak, mediator, dan mitra regional untuk meredakan ketegangan dan menciptakan ruang bagi penerapan penuh rencana Presiden,” tambahnya dalam unggahan di X. “Mencapai perdamaian yang langgeng memang sulit, tetapi dapat diwujudkan jika semua pihak mengerahkan upaya terbaik mereka.”

Serangan terhadap Gaza meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Israel mengatakan serangan tersebut menyasar para komandan Hamas. Otoritas Israel menuduh kelompok militan Palestina itu berupaya mengulur waktu untuk memulihkan diri setelah dua tahun perang serta merencanakan serangan baru.

“Selama delapan bulan terakhir, menurut intelijen Israel, Hamas telah menggunakan gencatan senjata untuk mempersenjatai kembali, merekrut ribuan teroris tambahan, membangun kembali infrastruktur militernya, dan mempersiapkan pembantaian lebih lanjut seperti pada 7 Oktober,” kata Doron Spielman, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, merujuk pada serangan Hamas pada 2023 yang memicu perang di Gaza.

Israel hingga kini belum menerima kesepakatan terbaru dengan Hamas yang pada Jumat dipuji Trump sebagai “langkah monumental menuju perdamaian yang langgeng.”

Rencana 20 poin Trump yang ditandatangani kedua pihak pada Oktober bertujuan mengakhiri pemerintahan dan persenjataan Hamas serta menggantinya dengan pemerintahan dan kepolisian Palestina yang telah melalui proses pemeriksaan. Struktur tersebut diharapkan memungkinkan rekonstruksi Gaza sekaligus rekonsiliasi dengan Israel. Kesediaan Hamas menyerahkan persenjataan berat merupakan bagian dari proposal transisi yang bertujuan menghidupkan kembali proses perdamaian di Gaza setelah berbulan-bulan negosiasi yang dimediasi di Kairo.

Rencana tersebut juga mencakup pembatasan timbal balik terhadap aksi militer Israel. Hal ini terjadi pada waktu yang sensitif bagi Netanyahu karena dia bersiap menghadapi pemilu dalam waktu kurang dari tiga bulan. 

(bbn)

No more pages