Ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, menjelaskan bahwa banyak mahasiswa pada awalnya memilih jurusan karena benar-benar menyukai bidang tersebut. Namun, pandangan itu sering berubah ketika mereka mulai bekerja dan menghadapi realitas ekonomi.
Dalam keterangannya yang dikutip CNBC Internasional, Sinem Buber mengatakan, "Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting."
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa idealisme selama masa kuliah terkadang harus berhadapan dengan kebutuhan finansial setelah seseorang memasuki dunia kerja. Akibatnya, sebagian lulusan merasa pilihan jurusan mereka kurang memberikan keuntungan ekonomi dibandingkan harapan awal.
Meski demikian, hasil survei ini tidak berarti bahwa seluruh lulusan dari jurusan tertentu akan memperoleh gaji rendah. Banyak faktor lain yang turut menentukan besarnya pendapatan seseorang, seperti pengalaman kerja, kemampuan tambahan, lokasi bekerja, hingga industri yang dipilih.
Daftar Jurusan yang Paling Banyak Disesali
Berdasarkan hasil survei ZipRecruiter, jurusan dengan tingkat penyesalan tertinggi ditempati oleh Jurnalisme. Sebanyak 87 persen responden dari jurusan ini mengaku menyesali pilihan mereka setelah memasuki dunia kerja.
Posisi berikutnya ditempati oleh Sosiologi dan Seni. Kedua jurusan tersebut sama-sama mencatat tingkat penyesalan sebesar 72 persen. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga lulusan merasa kenyataan karier yang mereka hadapi tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya.
Jurusan Komunikasi berada di posisi selanjutnya dengan tingkat penyesalan mencapai 64 persen. Walaupun bidang komunikasi memiliki cakupan pekerjaan yang luas, sebagian responden tetap merasa prospek pendapatan belum memenuhi harapan mereka.
Di urutan kelima terdapat jurusan Pendidikan dengan tingkat penyesalan sebesar 61 persen. Banyak lulusan pendidikan yang memiliki peluang kerja cukup besar, tetapi sebagian responden menganggap tingkat penghasilan yang diterima belum sesuai dengan ekspektasi saat masih menempuh pendidikan.
Jurusan Manajemen Marketing dan Riset berada di posisi berikutnya dengan angka penyesalan mencapai 60 persen. Persaingan yang ketat di dunia pemasaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Selanjutnya terdapat jurusan Pendamping Medis yang memperoleh tingkat penyesalan sebesar 56 persen. Angka tersebut sama dengan jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan yang juga mencatat persentase serupa.
Dua jurusan terakhir dalam daftar adalah Biologi dan Sastra Inggris. Keduanya sama-sama memiliki tingkat penyesalan sebesar 52 persen berdasarkan hasil survei terhadap para lulusan universitas.
Berikut daftar lengkap jurusan dengan tingkat penyesalan tertinggi menurut survei ZipRecruiter:
-
Jurnalisme (87%)
-
Sosiologi (72%)
-
Seni (72%)
-
Komunikasi (64%)
-
Pendidikan (61%)
-
Manajemen Marketing dan Riset (60%)
-
Pendamping Medis (56%)
-
Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
-
Biologi (52%)
-
Sastra Inggris (52%)
Daftar tersebut menjadi gambaran mengenai pengalaman sebagian responden dalam menghadapi dunia kerja. Tingkat penyesalan yang tinggi umumnya berkaitan dengan pendapatan yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan hidup maupun ekspektasi saat memilih jurusan.
Namun, penting dipahami bahwa survei ini tidak dapat dijadikan patokan mutlak bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan jurusan. Kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh program studi yang diambil, tetapi juga dipengaruhi kemampuan individu, pengalaman, sertifikasi, keterampilan tambahan, serta peluang yang berhasil dimanfaatkan.
Di era digital seperti sekarang, banyak lulusan dari berbagai jurusan mampu meningkatkan pendapatan melalui pengembangan keterampilan baru. Penguasaan teknologi, kemampuan analisis data, pemasaran digital, kecerdasan buatan, hingga kemampuan komunikasi lintas bidang menjadi nilai tambah yang sangat dicari perusahaan.
Selain bekerja sesuai jurusan, tidak sedikit lulusan yang sukses membangun karier di bidang berbeda. Fenomena perpindahan karier semakin umum terjadi karena banyak perusahaan lebih mengutamakan kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dibandingkan latar belakang pendidikan semata.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan besaran gaji ketika memilih jurusan kuliah. Minat, kemampuan, peluang pengembangan karier, serta kebutuhan industri juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan agar keputusan yang diambil lebih matang.
Hasil survei ZipRecruiter dapat menjadi bahan evaluasi mengenai pentingnya memahami kondisi pasar kerja sebelum menentukan pilihan pendidikan tinggi. Dengan memiliki informasi yang lebih lengkap, calon mahasiswa diharapkan mampu memilih jurusan yang tidak hanya sesuai minat, tetapi juga memiliki prospek karier yang sejalan dengan tujuan jangka panjang mereka.
(seo)

























