BPS sebelumnya melaporkan bahwa pada bulan Juli 2026 Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,14% secara secara bulanan (month-to-month/mtm).
BPS juga menyebut juga terdapat penurunan Indeks Harga Konsumen IHK dari 111,89 pada bulan Juni tahun 2026 menjadi 111,73 pada Juli tahun 2026.
Adapun kelompok pengeluaran, pendorong deflasi bulanan ini terutama pada makanan, minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,89%. Dan kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,26%
Ateng menyebut, komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini yaitu bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,11%.
Cabe merah dan cabe rawit dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06%. Telur ayam ras dan tomat dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03%. Deflasi juga disumbang oleh komoditas jeruk dengan andil deflasi sebesar 0,02%.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m antara lain beras sebesar 0,02%, serta bawang putih, ketimun, dan jengkol masing-masing sebesar 0,01%.
(ell)































