Penarikan dukungan secara serentak menjadi salah satu opsi yang dibahas, meski ada pula kemungkinan asosiasi-asosiasi anggota mencabut dukungan mereka secara bertahap, satu per satu. Langkah tersebut pada praktiknya akan menjadi bentuk mosi tidak percaya terhadap Infantino dan semakin meningkatkan tekanan agar ia mengundurkan diri. FIFA harus diberi pemberitahuan oleh setiap negara yang ingin menarik kembali surat dukungannya.
Seperti diungkap The Guardian pada Juli lalu, lebih dari 200 dari total 211 anggota FIFA telah memberikan surat dukungan bagi pencalonan kembali Infantino. FIFA disebut memberikan tekanan besar kepada anggota-anggota yang masih ragu, meskipun saat itu posisi Infantino belum terlihat terancam. Banyak anggota akhirnya tetap memberikan dukungan, meski secara pribadi menyampaikan keraguan terhadap kepemimpinannya. Kini, baik di Eropa maupun kawasan lain, kesabaran terhadap Infantino disebut telah habis.
Upaya mencari kandidat pengganti Infantino pun mulai dipercepat. Siapa pun yang akan maju dalam pemilihan presiden FIFA membutuhkan dukungan besar dari luar Eropa, terutama dari AFC serta Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf). Kemampuan menyatukan dukungan dengan cepat di belakang satu kandidat yang dianggap layak dinilai dapat menjadi faktor penting untuk meyakinkan Infantino bahwa posisinya sudah tidak lagi dapat dipertahankan.
Infantino tampaknya bertekad untuk tetap bertahan. Ia diyakini tengah melobi satu per satu asosiasi anggota FIFA di berbagai belahan dunia guna memastikan mereka tetap memberikan dukungan kepadanya.
Meski demikian, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) masih memberikan dukungan penuh kepada Infantino. Kondisi tersebut menjadikan Asia dan Amerika Utara sebagai medan pertarungan utama, ketika anggota-anggota UEFA berupaya mendorong lahirnya kepemimpinan baru di FIFA.
(spt)





























