Logo Bloomberg Technoz

Kesempatan itu juga digunakan Terry untuk menyampaikan rasa syukur karena akhirnya dapat memiliki hunian sendiri setelah menanti lebih dari satu dekade.

“Saya juga mau menyampaikan banyak terima kasih, Pak. Karena melalui program Bapak, saya bisa punya rumah. Sudah 14 tahun menikah, baru dapat rumah ini,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, pengalaman Terry menunjukkan dampak akses pembiayaan perumahan terhadap kehidupan masyarakat. Bagi banyak keluarga, rumah tidak hanya menjadi aset, tetapi juga memberikan rasa aman, kepastian, dan fondasi untuk menata masa depan.

“Kisah Terry menjadi gambaran nyata bagaimana akses pembiayaan perumahan dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, BNI sebagai salah satu bank penyalur KPR subsidi terus mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui penyediaan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“BNI terus berkomitmen mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui penyediaan akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Iqbal menambahkan, keterlibatan BNI dalam akad massal dan serah terima kunci tersebut merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses kepemilikan rumah.

Acara itu turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, jajaran pimpinan Himpunan Bank Milik Negara, perwakilan bank penyalur, pengembang, serta para penerima manfaat.

Kisah Terry menjadi salah satu potret bagaimana pembiayaan rumah subsidi dapat membantu keluarga Indonesia memperoleh hunian pertama. Melalui dukungan terhadap sektor perumahan, BNI berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak sekaligus membangun kehidupan yang lebih aman dan terencana.

(tim)

No more pages